Senin, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kumpulan Puisi Rindu Ramadhan (2)

Jumat, 20 Juli 2012, 09:47 WIB
Komentar : 2
ngerumpi
Senja (Ilustrasi)
Senja (Ilustrasi)

PERSIMPANGAN KITA



Ini persimpangan hujan

Dan sekali sekali takkan menangis

Ini persimpangan aku dan engkau menunggu reda

Menunggu bulan baru yang masih samar samar



Ini persimpangan

Dan hujan tak kunjung reda

Rinduku menjadi ampak-ampak yang lamat

Rinduku dingin yang masuk ke dalam paru-paru



Ini persimpangan

Tempatku dan engkau menyepi sendiri

Di bawah gubuk

Menanti reda, menanti adzan maghrib

Dari sayup semayup senja kala



Ini persimpangan

Gubuk bambu berdecit menyebut asma angin

Aku dan engkau

Duduk berdua menunggu bulan baru



Juli 2012



***



TUDUNG HUJAN



Ini hari-hari penghabisan kemarau manusia

Ini hari-hari hijrah mega mega



Manusia-manusiaku tlah nantikan

Manusia-manusiaku lelah berjilat-berlelehan



Malam-malam tlah dipeluki embun hangat

Malam-malam hampir habis bulan terlihat



Sudah terlalu lama kami menanti peraduan

Untuk meminum air hujan



Dan kami juga jiwa

Kelaparan sepanjang tahun dicekik dosa



Dan kami juga raga

Terpanggang jadi belulang tanpa harga



Tudungilah, hujan!

Tudungilah kami yang kesakitan!



Kami rakus sebelas bulan!

Kami sesap darah bumi hingga penghabisan!



Kami ingin bakar busuk bau darah!

Kami ingin bakar amis bau nanah!



Tudungilah kami, hujan! tudungilah kami!

Guyurkan air pada dosa dosa kami tanpa tepi!



Basuh!

Basuh kami hingga kembali menjadi manusia utuh!



Juli 2012



***



7 BAIT SAJAK RINDU LAMPU



Aku berpijar semu

Aku api beludru



Malamku peranjakan rindu

Malamku malam tuk beradu



Pijar syahdu

Getar syahdu



Kutunggu bulan sabit sempurna

Kutunggu hilal kucup cakrawala



Aku rindukan langit malam tenang

Malam berdo’a dzikir gemintang



Pijar syahdu

Getar syahdu



Rinduku berpijar jadi kupu kupu

Rinduku pada malam malam penuh asmaNYA

Banyuwangi, Rajab




Panji Sadewo 

Penulis adalah santri di PP Roudlatut Tholabah Genteng, Banyuwangi. Kumpulan puisi pertamanya "HITAM PUTIH" akan terbit akhir bulan Juli 2012 ini. Tinggal di sadewo_da@yahoo.com

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...