Kamis, 19 Juli 2012, 15:23 WIB

Kumpulan Puisi Rindu Ramadhan (1)

Red: Miftahul Falah
wallpaper.ge
Menanti datangnya Ramadhan (ilustrasi)
Menanti datangnya Ramadhan (ilustrasi)

 

SENANDUNG MANUSIA PINGGIR PERADABAN



senandung manusia manusia pinggir peradaban:


diam dan diam

di pinggiran

kami menunggu rembulan

berubah jadi baru



bergerak dan bergerak

di emperan

kami menunggu mendung

menepi dari malam



geliat dan geliat

di ujung iman

kami menunggu Ramadhan

merudungi kami yang telanjang



gumam dan gumam

di atas tanah Tuhan

kami di pinggiran

dan kami merindukan ramadhan



malam ini

malam ini

malam ini

Ramadhan kumohon datang



Banyuwangi, Juli 2012



***



MENUNGGU LANGIT TERBAKAR HILAL



Aku katakan pada rembulan:



Ya . . .

Sama dengan pijarmu malam ini

Tertutup belukar langit kelam kelabu



Suara suara terdengar berat

Angin dan udara pun berat

Pada ayat-ayat suci sama kita berharap



Juga sama sepertimu

Aku menabrak kabut kukuh buta



Ya . . .

Malam ini kita sama redup

Enggan menangis enggan merintih

Menunggu bulan baru setelah penghabisan

Dan langit merah kala belukar di langit dibersihkan



Ya . . .

Bagaimanapun juga, tetap berat menunggu

Tetap berat



RTS, Gubuk 7, Juli 2012



Panji Sadewo 

Penulis adalah santri di PP Roudlatut Tholabah Genteng, Banyuwangi. Kumpulan puisi pertamanya "HITAM PUTIH" akan terbit akhir bulan Juli 2012 ini. Tinggal di sadewo_da@yahoo.com