Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Kumpulan Puisi Rindu Ramadhan (1)

Kamis 19 Juli 2012 15:23 WIB

Red: Miftahul Falah

Menanti datangnya Ramadhan (ilustrasi)

Menanti datangnya Ramadhan (ilustrasi)

Foto: wallpaper.ge

 

SENANDUNG MANUSIA PINGGIR PERADABAN

senandung manusia manusia pinggir peradaban:

diam dan diam

di pinggiran

kami menunggu rembulan

berubah jadi baru

bergerak dan bergerak

di emperan

kami menunggu mendung

menepi dari malam

geliat dan geliat

di ujung iman

kami menunggu Ramadhan

merudungi kami yang telanjang

gumam dan gumam

di atas tanah Tuhan

kami di pinggiran

dan kami merindukan ramadhan

malam ini

malam ini

malam ini

Ramadhan kumohon datang

Banyuwangi, Juli 2012

***

MENUNGGU LANGIT TERBAKAR HILAL

Aku katakan pada rembulan:

Ya . . .

Sama dengan pijarmu malam ini

Tertutup belukar langit kelam kelabu

Suara suara terdengar berat

Angin dan udara pun berat

Pada ayat-ayat suci sama kita berharap

Juga sama sepertimu

Aku menabrak kabut kukuh buta

Ya . . .

Malam ini kita sama redup

Enggan menangis enggan merintih

Menunggu bulan baru setelah penghabisan

Dan langit merah kala belukar di langit dibersihkan

Ya . . .

Bagaimanapun juga, tetap berat menunggu

Tetap berat

RTS, Gubuk 7, Juli 2012

Panji Sadewo 

Penulis adalah santri di PP Roudlatut Tholabah Genteng, Banyuwangi. Kumpulan puisi pertamanya "HITAM PUTIH" akan terbit akhir bulan Juli 2012 ini. Tinggal di sadewo_da@yahoo.com

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA