Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sang Pendusta Beraksi (puisi)

Wednesday, 11 July 2012, 14:10 WIB
Komentar : 1
Ama Gusti Azis
Ilustrasi
Ilustrasi
Pendusta bermunculan..

Manusia manusia langkahkan kakinya..

Petantang petenteng bergumam hatinya..

Menghina..

Menghardik...

Suaranya yang berdesing keras..

Bersatu di angan-angan udara..

Menggiring oksigen yang bebas..

Apakah kau tahu?

Siapa?

Orang yang terperosok di Hari Pembalasan

Pedihhh...



Anak yatim yang tak berdaya..

Tak bertenaga.. lunglai...

Bagai semut yang terinjak-injak..

Sakit... sakit..



Celakalah kau! Penghardik titipan illahi..

Kau takkan bisa menyentuh medan langit..

Diiringi awan ke singgasana surga..

Hai penghardik! Juga lalai berdiri di hadapan-NYA

Samudera akan tumpah ke ranah kotamu..

Kau riya!

Dalang dari semua kegelapan..



Sang raja singgasana dunia

Akan murka..

Murka karenamu..

Wahai Sang Pendusta Lautan Neraka…

Ama Gusti Azis
Jl. Madrasah Rt 08/01 55 Pekayon, East Jakarta 13710
Redaktur : Miftahul Falah
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...