Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sang Pendusta Beraksi (puisi)

Rabu, 11 Juli 2012, 14:10 WIB
Komentar : 0
Ama Gusti Azis
Ilustrasi
Ilustrasi
Pendusta bermunculan..

Manusia manusia langkahkan kakinya..

Petantang petenteng bergumam hatinya..

Menghina..

Menghardik...

Suaranya yang berdesing keras..

Bersatu di angan-angan udara..

Menggiring oksigen yang bebas..

Apakah kau tahu?

Siapa?

Orang yang terperosok di Hari Pembalasan

Pedihhh...



Anak yatim yang tak berdaya..

Tak bertenaga.. lunglai...

Bagai semut yang terinjak-injak..

Sakit... sakit..



Celakalah kau! Penghardik titipan illahi..

Kau takkan bisa menyentuh medan langit..

Diiringi awan ke singgasana surga..

Hai penghardik! Juga lalai berdiri di hadapan-NYA

Samudera akan tumpah ke ranah kotamu..

Kau riya!

Dalang dari semua kegelapan..



Sang raja singgasana dunia

Akan murka..

Murka karenamu..

Wahai Sang Pendusta Lautan Neraka…

Ama Gusti Azis
Jl. Madrasah Rt 08/01 55 Pekayon, East Jakarta 13710
Redaktur : Miftahul Falah
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Karawang-Indramayu Dalam Pantauan Udara
KARAWANG -- Pada sore jelang buka puasa, kemacetan parah terjadi pada perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang. Yang menarik, kemacetan justru terjadi...