Kala Senja Merona (puisi)

Kamis, 02 Pebruari 2012, 15:06 WIB
Kala Senja Merona (puisi)
Ilustrasi

Kala senja merona

Meneteskan kilauan-kilauan ke-Maha Kuasaan-Nya

Dan jiwa-jiwa pejuang meneguk cinta kasih Tuhan daripadanya

Melebur dalam relung-relung senja


Kala senja merona

Kuncup cinta pelupuk kelana

Menghiasi setiap langkah demi langkah sejarah beta


Adalah warna warni pesonanya

Mencipta takjub di sudut jiwa

Hingga ia berkata "Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku, hanya untuk-Nya"


Di balik hiruk-pikuk dan hingar bingar dunia

Senja bercerita keluhnya

Jadi penopang dalam dinding dinding kelemahan, kehinaan dan kesalahan


Kala senja merona

Ku biarkan hangatnya, jatuh dalam pesona

Teruntuk senja, dalam dekapan Sang Maha Kuasa



Abi Hariri


Redaktur: Miftahul Falah
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Nabi thawaf (di Baitullah ) pada waktu haji wada' di atas unta (beliau. Setiap kali tiba di Rukun ), beliau menyentuh rukun (dalam satu riwayat: berisyarat kepadanya) dengan tongkat yang melengkung pangkalnya (yang ada pada beliau, dan beliau bertakbir )."(HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...