Surat untuk Bunda (puisi)

Rabu, 15 Pebruari 2012, 10:14 WIB
vavai
Surat untuk Bunda (puisi)
Ibu dan Anak (Ilustrasi)

Bunda tersayang…

Tiada orang yang paling berjasa di dunia ini

Hanyalah dirimu yang berhati mulia,

tulus dan suci mencintai si bungsu ini…


Nanda yang telah kau rawat

semenjak benih dirahimmu…

Kini telah tumbuh dalam hidup penuh nikmat

dalam dekapan cinta kasihmu


Nanda yang selalu kau belai

dengan kasih sayangmu semenjak bayi

Nanda yang senantiasa kau tangisi

bila diriku sakit dan perih...


Bunda...

Doa-doamu selalu mengalir

Bak samudera di lautan

derai air mata ini tak tertahan lagi…


Ketika aku mengenang dirimu

atas pengorbanan yang tak berhenti

Kini si bungsu

telah dewasa dan berani


Bundaku sayang, hapus airmatamu...

Walau ragamu tak setangguh dulu kala

Namun kau tetap tangguh di dalamnya

Bunda, kini tersenyumlah untuk kami di Syurga-Nya


Bunda...

Aku selalu sayang bunda

Tuhan... tolong jagalah bundaku di Syurga

Kasihi dirinya sama seperti dirinya mengasihi anaknya



Harumi Putri Chayani



Redaktur: Miftahul Falah
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:123))
budy sugandi, Kamis, 16 Pebruari 2012, 12:44

Semoga Allah mencıntaı dan merıdhoı setıap ıbu dı dunıa ını.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...