Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

BNI Syariah Angkat Kesejahteraan Nasabah

Kamis, 20 Oktober 2011, 16:19 WIB
Komentar : 0
Duljani
Duljani

Kompensasi yang diterima akibat hilangnya kesempatan menggunakan uang, akibat uang itu dipergunakan oleh orang lain disebut bunga. Hal ini biasa disebut the opportunity cost of holding money atau biaya kesempatan dari memegang uang. Kalau uangnya berada di orang lain, maka menurut konsep ini, merupakan suatu kewajaran apabila pemilik uang mendapatkan imbalan dalam bentuk bunga yang disepakati. Ini adalah teori moneter yang dicetuskan oleh John Maynard Keynes, dan dipakai oleh dunia perbankan kita.

Masalah utamanya, menurut Fahri Hamzah dalam bukunya Negara, Pasar dan Rakyat, terdapat pada praktik konvensional pinjam-meminjam. Konsep diatas memisahkan antara dua entitas ekonomi, yakni kapital dan pekerja. Hal ini berarti si peminjam tidak bertanggung jawab atas penggunaan uang tersebut.

“Dalam konteks ekonomi Islam, peminjam mesti tahu dan turut mengambil tanggung jawab guna memastikan bahwa uang tersebut benar-benar digunakan dalam kegiatan yang menunjang pengembalian finansial,” ungkap Fahri.

Konsep BNI Syariah

BNI Syariah tidak menganut konsep itu. Adanya unsur kejelasan dalam setiap transaksi perbankan menyebabkan BNI Syariah turut bertanggung jawab atas kondisi peminjam uang. Para mudharib ini mempunyai usaha sesuai syariah, dan BNI Syariah pasti selalu memastikan itu. Disatu sisi, BNI Syariah juga bertindak sebagai mudharib ketika menghimpun dana dari nasabah.

Saat ini, BNI Syariah sudah mempunyai beberapa program pembiayaan, antara lain Pembiayaan Linkage Program iB Hasanah, Usaha Kecil iB Hasanah, Tunas Usaha iB Hasanah, Pembiayaan Kerjasama Dealer iB Hasanah, Pembiayaan Kerjasama Kopkar/Kopeg iB Hasanah, Pembiayaan Valas iB Hasanah, dan Wirausaha iB Hasanah. Program pembiayaan ini tentu saja sesuai dengan konsep syariah.

Pembiayaan sektor mikro akan digarap oleh BNI Syariah. Hal tersebut diungkap oleh Bambang Widjanarko, Direktur Bisnis BNI Syariah. Ia mengatakan BNI Syariah akan lebih ekspansif, menggarap semua lini. Bambang juga menilai bahwa prinsip ekonomi syariah tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat, maka sudah selayaknya BNI Syariah bermitra dengan masyarakat paling bawah.

“Margin yang akan diberikan dijamin bakal cukup kompetitif. Pasalnya pembiayaan ini merupakan pembiayaan modal usaha yang ditujukan untuk masyarakat kecil,” pungkas Bambang, sebagaimana dirilis oleh Republika (2/8).

BNI Syariah hingga bulan Juli 2011 sudah menggelontorkan pembiayaan di sektor mikro sebesar Rp. 300 Milyar. Sampai 2012 diperkirakan total pembiayaan mikro mencapai Rp. 2 Trilyun. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank BNI Syariah Rizqullah Thohuri dalam sesi diskusi ekonomi syariah di Jakarta (18/8). Kenapa menggarap sektor mikro?

"Kami akan lebih fokus di segmen mikro karena bisnis ini lebih riil dan menyentuh grassroot. Untuk pilot project-nya akan dibuka 50 outlet mikro dengan fokus di Depok dan Bogor," ungkap Rizqullah. […] Duljani

Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar