Jumat , 13 Oktober 2017, 12:43 WIB

Surat Terbuka Sahabat Bromo kepada Kementerian Pariwisata

Red: Elba Damhuri
Sigit Pramono
Tugu di Gunung Bromo.
Tugu di Gunung Bromo.

REPUBLIKA.CO.ID, Bankir yang juga mantan Dirut Bank BNI Sigit Pramono menyampaikan surat protes kepada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pasalnya, badan ini membangun tugu besar di pasir dan padang Savannah Bromo yang berdampak pada kerusakan dan memperburuk keindahan alam.

Sigit menyampaikan komplainnya ini kepada Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Jumat (13/10). Menurut Sigit, tindakan pengelola Semeru hanya menghambur-hamburkan uang tanpa ada tujuan jelas dari pembangunan tugu tersebut.

Berikut isi surat lengkap Sigit kepada Kementerian Pariwisata:

Kepada Yth Bpk Hiramsyah, Kementerian Pariwisata RI
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi Pak Hiramsyah, semoga bapak selalu sehat.

Pak mohon bantuan bapak untuk menyampaikan protes keras kami atas nama Sahabat Bromo dan Masyarakat Fotografi Indonesia (termasuk kalangan fotografer landscape) atas tindakan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang telah membangun tugu besar di laut pasir Bromo dan padang Savannah Bromo.

Mohon protes keras kami ini diteruskan kepada yth Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta  Menteri Pariwisata.
Mengingat bahwa Bromo adalah salah satu dari 10 destinasi wisata bertaraf internasional, kami menyarankan agar pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mampu mengelolanya dengan standar pengelolaan taman nasional yg benar, berstandar internasional.

Pembangunan tugu nama semacam ini sama sekali tidak menambah keindahan Bromo justru membuat jelek foto-foto panorama alam yang diambil di sana. Satu hal yang jelas pihak Taman Nasional  Bromo Tengger Semeru hanya menghamburkan uang saja. Padahal uang itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, misal menambah jumlah toilet di kawasan Bromo.

Kalau untuk tempat wisata buatan manusia (man-made) seperti Ancol, Taman Safari dll,  kami tidak keberatan bila pengelolanya membangun tugu nama di lokasi. Adapun Bromo adalah tempat wisata yang merupakan anugerah Tuhan yang indah sehingga sama sekali  tidak perlu dibangun tugu nama di sana.

Kami memohon agar Presiden atau Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pariwisata) segera memerintahkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membongkar tugu nama yang telah mereka bangun  di kawasan Bromo.

Hormat kami

Sigit Pramono,
Atas nama Sahabat Bromo dan Masyarakat Fotografi Indonesia.