Rabu , 25 November 2015, 11:26 WIB
Hari Guru

Pujian Buat Pengabdian Guru di Daerah Terpencil

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indah Wulandari
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Ratusan siswa membentangkan spanduk Selamat Hari Guru sambil menyanyikan lagu Hymne Guru saat memperingati Hari Guru di SMA 1 Kudus, Jawa Tengah, Rabu (25/11).
Ratusan siswa membentangkan spanduk Selamat Hari Guru sambil menyanyikan lagu Hymne Guru saat memperingati Hari Guru di SMA 1 Kudus, Jawa Tengah, Rabu (25/11).

REPUBLIKA.CO.ID,MATARAM -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Amin mengapresiasi guru-guru Indonesia yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajar. Bahkan, keberadaan mereka merupakan sumber inspirasi bagi para murid.

"Guru tetap bekerja dan mengabdi karena guru sumber inspirasi para murid," ujarnya kepada wartawan di Kota Mataram, Rabu (25/11).

Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru adalah dengan memberikan sarana dan prasarana yang layak serta meningkatkan kesejahteraan. Diharapkan proses belajar mengajar terus meningkat dan tetap berkualitas.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi ikut mendorong Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) bersama unsur kabupaten untuk mengalokasikan dana insentif bagi guru di daerah terpencil. Itu dilakukan agar guru mau bertugas di daerah yang terpencil.

"Apakah cukup atau tidak (insentif pusat), maka kalau tidak cukup kalau bisa dialokasikan dari provinsi dan kabupaten untuk membuat insentif agar guru mau bertugas di daerah terpencil," ujarnya di Kota Mataram.

Ia menuturkan, pemerataan guru di daerah masih menjadi permasalahan sebab guru-guru lebih banyak ingin mengajar di kota. Oleh karena itu, jika guru lebih tertarik mengajar di kota maka perlu menyiapkan insentif dari daerah agar mereka mau mengajar di terpencil.

Dirinya pun meminta Kadikpora untuk merealokasi jumlah guru yang berada di kota untuk mengajar di desa. Itu dilakukan agar sebaran guru di kota dan di desa bisa merata.