Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Gubernur NTB: Pendidik, Tulang Punggung Membangun Manusia

Jumat 20 November 2015 12:59 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indah Wulandari

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi memberikan sambutan saat penutupan Letter Writing Competition kerjasama PT Pos dengan Republika di Aula kantor Gubernur NTB, Ahad (9/8) malam.Republika/Edwin Dwi Putranto

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi memberikan sambutan saat penutupan Letter Writing Competition kerjasama PT Pos dengan Republika di Aula kantor Gubernur NTB, Ahad (9/8) malam.Republika/Edwin Dwi Putranto

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID,MATARAM --  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi mengungkapkan, salah satu tulang punggung dalam membangun sumber daya manusia ada adalah pendidik ataupun guru.

Bahkan, pembangunan infrastruktur di NTB bisa dikelola optimal oleh manusia yang berkualitas berkat dukungan guru dan pendidik.

"Untuk mencapai SDM yang berkualitas dan baik, maka jalur utamanya adalah pendidikan. Manusia yang baik adalah outpout dari pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik, tulang punggungnya itu pendidik," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/11).

Ia menuturkan, pembangunan di NTB bisa maju jika para guru yang ada memiliki kualitas. Tidak hanya itu, pendidik harus memiliki tanggung jawab, komitmen tinggi dan keikhlasan dalam mengabdi untuk mengajar.

Oleh karena itu, dirinya menyoroti keberadaan guru-guru yang mengajar di daerah terpencil. Sehingga, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) bersama unsur kabupaten untuk mengalokasikan dana insentif bagi guru di daerah terpencil. Itu dilakukan agar guru mau bertugas di daerah yang terpencil.

"Apakah cukup atau tidak (insentif pusat), maka kalau tidak cukup kalau bisa dialokasikan dari provinsi dan kabupaten untuk membuat insentif agar guru mau bertugas di daerah terpencil," ungkapnya.

Ia menuturkan, pemerataan guru di daerah masih menjadi permasalahan sebab guru-guru lebih banyak ingin mengajar di kota. Oleh karena itu, jika guru lebih tertarik mengajar di kota maka perlu menyiapkan insentif dari daerah agar mereka mau mengajar di terpencil.

Dirinya pun meminta Kadikpora untuk merealokasi jumlah guru yang berada di Kota untuk mengajar di desa. Itu dilakukan agar sebaran guru di kota dan di desa bisa merata.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB