Kamis , 16 Desember 2010, 02:46 WIB

Guru di Perbatasan akan Terima Insentif Sebulan Gaji

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA--Guru yang mengajar di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia mendapatkan insentif satu bulan gaji. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Musyahrim ,di Samarinda, Rabu (15/12), menyatakan, insentif itu diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada guru yang bersedia mengabdi di daerah perbatasan.

"Mereka (guru) sudah sepantasnya mendapatkan perlakukan khusus sebab bersedia mengabdi di daerah yang jauh dari keramaian dengan kondisi infrastruktur terbatas. Perlakuan khusus itu juga sebagai upaya mendorong guru lain untuk bersedia ditempatkan di perbatasan dan wilayah terpencil lainnya," katanya.

Pemberian intensif itu berlaku untuk guru pada semua tingkatan pendidikan. Tapi, ia menekankan, pemerintah/kabupatan kota yang memiliki wilayah perbatasan juga harus memberikan perhatian khusus kepada guru-guru mereka. Insentif satu bulan gaji itu diberikan melalui anggaran dari pemerintah pusat.

Tiga kabupaten di Kaltim yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kata Musyahrim, yakni Kabupaten Malinau, Kutai Barat dan Kabupaten Nunukan. Kepala Dinas Pendidikan Kaltim itu juga mengakui bahwa jumlah guru di wilayah perbatasan dan terpencil di Kaltim masih terbatas.

Di beberapa wilayah perbatasan dan terpencil masih ditemukan sebuah sekolah yang semestinya ada enam guru tetapi faktanya hanya tiga guru. Begitu pula, seorang guru harus mengajar beberapa mata pelajaran akibat tidak tersedianya guru.

Misalnya, seorang guru matematika terpaksa juga mengajar Bahasa Indonesia karena tidak ada guru Bahasa Indonesia di sekolah itu. "Bahkan, ada guru yang mengajar beberapa mata pelajaran," katanya.

Masalah kekurangan guru, menurut dia, bukan menjadi tanggung jawab inas Pendidikan Kaltim. Pasalnya pengangkatan, pemberhentian dan penempatan guru menjadi kewenangan masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

Sumber : ant