Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Politik-Agama tak Bisa Dipisahkan

Jumat 31 Maret 2017 11:45 WIB

Red: Hazliansyah

Bendera partai politik. Ilustrasi

Bendera partai politik. Ilustrasi

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tanpanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (24/3). Presiden Jokowi meminta kepada semua pihak untuk memisahkan persoalan politik dan agama agar tidak terjadi gesekan antarumat.

"Di pisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," katanya.

Upaya memisahkan agama dengan politik bukanlah barang baru. Hal ini seiring dengan masifnya sekulerisasi di negeri-negeri Muslim.

Kaum sekuler menghendaki agama dipisahkan dari pengaturan kehidupan manusia. Agama boleh dipakai sebatas ibadah ritual, sementara aspek lain terkait kemasyarakatan mencakup politik, ekonomi, sosial, budaya, dibiarkan nihil dari nilai agama. Akibatnya, kerusakanlah yang terjadi.

Puspita Satyawati

Nogotirto, Gamping, Sleman

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA