Jumat , 31 March 2017, 11:45 WIB

Politik-Agama tak Bisa Dipisahkan

Red: Hazliansyah
Republika
Bendera partai politik. Ilustrasi
Bendera partai politik. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tanpanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (24/3). Presiden Jokowi meminta kepada semua pihak untuk memisahkan persoalan politik dan agama agar tidak terjadi gesekan antarumat.

"Di pisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," katanya.

Upaya memisahkan agama dengan politik bukanlah barang baru. Hal ini seiring dengan masifnya sekulerisasi di negeri-negeri Muslim.

Kaum sekuler menghendaki agama dipisahkan dari pengaturan kehidupan manusia. Agama boleh dipakai sebatas ibadah ritual, sementara aspek lain terkait kemasyarakatan mencakup politik, ekonomi, sosial, budaya, dibiarkan nihil dari nilai agama. Akibatnya, kerusakanlah yang terjadi.

Puspita Satyawati
Nogotirto, Gamping, Sleman