Jumat , 08 September 2017, 07:05 WIB
Respon untuk Speech Presiden di Perayaan Dies Natalis IPB

Surat dari Rifda (Alumni Fapet IPB) untuk Mr Presiden

Red: Agus Yulianto
Antara/Arif Firmansyah
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Rektor IPB Herry Suhardiyanto (kanan) dan anggota guru besar IPB berbincang saat sidang terbuka di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/9).
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Rektor IPB Herry Suhardiyanto (kanan) dan anggota guru besar IPB berbincang saat sidang terbuka di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh :  Rifda Ammarina *)

Assalamualaikum WW, Pak Presiden Jokowi.

Saya Rifda Ammarina alumni IPB angkt 20. Alhamdulillah sejak 2005, memperjuangkan promosi dan edukasi pertanian Indonesia lewat Agrinex Expo dan saat ini sedang membangun usaha Pertanian dengan komoditas empah di Maluku Utara dan hortikultura di Pandeglang Banten.

Tadi, pukul 06.00 WIB, dari kemang saya ke kebun saya dan sekarang masih di jalan menuju Jakarta. Saya memahami mengapa tidak semua alumni IPB berkecimpung di sektor pertanian, karena pemimpin Negeri ini terutama pemerintahan dalam kepemimpinan Bapak belum cukup berbuat sesuatu yang mendorong investasi di sektor pertanian sehingga sektor pertanian mampu memyerap semua tenaga-tenaga alumni IPB dengan gaji yang layak.

Pak Jokowi, tahukah Bapak betapa sulitnya mengakses lahan pertanian bagi kami. Brtapa sulitnya mendapat akses pembiayaan bank dengan agunan lahan pertanian non sawit. Betapa sulitnya benih berkualitas dan pupuk dengan harga terjangkau, dan betapa tidak pastinya harga jual hasil pertanian karena kebijakan import yang pemerintan Bapak lakukan. Pak,  semua itu menjadi kendala untuk menarik lebih banyak pemain baru di sektor pertanian.

Pak Jokowi, tahukah Bapak betapa sedikitnya alumni IPB di BUMN. Kerena kalau banyak alumni IPB di bank BUMN, maka mustinya mudah pembiayaan kebun buah dengan agunan lahan pertanian, sehingga bukan kebun besar saja seperti sawit, tapi juga kebun buah kecilpun bisa dibiayai.

Kalau banyak alumni IPB di Kementrian Kehutanan dan BPN, mustinya mudah akses lahan pertanian bagi kami alumni tanpa harus membeli lahan yang makin tidak murah karena penguasaan lahan oleh taipan yang lewati batas kewajaran akibat lalainya Pemerintah. Kalau saja banyak alumni IPB di Kementrian Perdagangan bisa jadi akan mudah import di hentikan utk menolong produk pertanian lokal di pasar Indonesia dan eksport. Dan bila banyak alumni IPB di Kementrian Perindustrian rasanya mudah akan hadirnya industri pengolahan di sentra-sentra produksi pertanian sehingga harga saat panen tidak merugikan petani.

Pak Jokowi, saya inshaa Allah cukup yakin, kalau saja Bapak copot Menteri Pertanian dan menggantikan dengan alumni IPB yang handal, maka akan hadir kebijakan-kebijakan yang mendorong produktivitas pertanian dengan efisien juga sesuai kebutuhan alias tidak mubazir dan asal-asalan sepeti saat ini.

Oh ya Pak. Tahukah Bapak berapa banyak BUMN dan berapa banyak alumni di level direktur BUMN? Bandingkan dengan jumlah alumni IPB? Hanya kurang dari satu persen yang menjadi direksi BUMN. Jadi, daripada Bapak pertanyakan kiprah dan output alumni IPB di pertanian, mending Bapak ganti Mentan dengan alumni IPB dan ubah kebijakan import, pembiayaan pertanian, dan akses lahan pertanian.

Semoga pesan ini di teruskan ke Pak Jokowi sebagai koreksi. Amin Ya Rabbal Alamin

Salam.


*) Alumni IPB EO Agrinex Expo.