Rabu , 01 October 2014, 22:50 WIB

Ekspedisi Buran Ghati:Menyambut Dies Natalis 40 Tahun Lawalata-IPB

Red: Maman Sudiaman
dok IPB
Tim ekspedisi Lawalata IPB
Tim ekspedisi Lawalata IPB

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Nindira Aryudhani, nindira.a@gmail.com


Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata-IPB) adalah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan kegiatan alam bebas. Didirikan pada tanggal 21 September 1974, Lawalata-IPB merupakan salah satu perintis perkumpulan mahasiswa dibidang kepecintaalaman. Latar belakang pendirian Lawalata-IPB adalah menggalang persatuan antarpecinta alam di IPB yang pada masa itu terpecah-pecah dan untuk mewadahi bakat minat dan kreativitas kepecintaalaman mahasiswa IPB secara umum dari seluruh fakultas yang ada.

Menyambut Dies Natalisnya, Lawalata IPB menyusun suatu kegiatan khusus yaitu Ekspedisi Buran Ghati. Sebagai organisasi pecinta alam yang memfokuskan diri di kegiatan lingkungan hidup dan ranah scientific, Lawalata-IPB ingin mencoba melakukan hal baru yaitu pendakian gunung es.

Buran Ghati adalah salah satu tanjakan dalam barisan Pegunungan Himalaya yang terdapat di wilayah negara India. Menghubungkan daerah Shimla dan Kinnaur di daerah Himachal Pradesh, India Utara, Buran Ghati merupakan salah satu tujuan pendakian yang  terkenal karena keindahannya. Akses yang cukup mudah, keindahannya, dan juga kondisi lingkungan yang mendukung terlaksananya ekspedisi ini, merupakan pemilihan lokasi ini sebagai tujuan pendakian.

Ekspedisi Buran Ghati berawal dari gagasan anggota Lawalata-IPB yang ingin melakukan sesuatu untuk merayakan umur Lawalata-IPB yang telah menginjak 40 tahun. Ekspedisi pendakian gunung salju yang bertempat di Buran Ghati, India, dilaksanakan selama 21 hari, mulai tanggal 13 September 2014- 02 Oktober 2014. Tim pendaki yang mewakili Lawalata-IPB untuk melakukan ekspedisi ini adalah Hardian Akbar (21 tahun) dan Anggi Sanjaya (22). Selain pendakian gunung es, ekspedisi ini juga bertujuan untuk mengamati budaya dan kehidupan sosial di wilayah sekitar lokasi pendakian tersebut.

Persiapan yang dilakukan oleh tim pendaki terdiri dari persiapan fisik dengan standar lari 5 km dibawah 30 menit. Selain fisik juga dilakukan persiapan peralatan, itinerary perjalanan, dan strategi pendanaan. Keseluruhan persiapan ini memakan waktu 8 bulan, dimulai dari Februari 2014. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) sebagai sponsor kegiatan, dan juga IPB sebagai institusi dimana Lawalata-IPB bernaung.

Saat ini tim berada di wilayah Shimla, titik awal pendakian. Tim telah berada di daerah ini selama 5 hari, yaitu dari tanggal 15-20 September 2014. Hal ini dilakukan, selain untuk membiasakan diri dengan lingkungan sekitar, juga untuk mengamati budaya dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Pada tanggal 20 September tim berpencar untuk melakukan pendakian dan mempelajari sosial budaya. Selanjutnya, tim pendaki melakukan pendakiannya dan akan berakhir selama enam hari.