Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi. (Foto: PPI Groningen).

  • Panitia dan peserta yang mengisi daftar hadir (Foto: PPI Groningen).

  • Diskusi kekonsuleran dan keimigrasian. (Foto: PPI Groningen).

  • Talkshow meniti karier di Belanda. (Foto: PPI Groningen).

  • Ketua PPI Groningen Surahyo Sumarsono (paling kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber talkshow. (Foto: PPI Groningen).

In Picture: Jabat Erat Indonesia Dari Groningen

Selasa, 12 Maret 2013, 13:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Pada tanggal 2 Maret 2013 kemarin, Perhimpunan Pelajar Indonesia Groningen (PPI-Groningen) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia menggelar seminar kekonsuleran dan keimigrasian.  Seminar yang diadakan di Het Kostverloren Kwartier, Groningen ini merupakan agenda tahunan PPI-Groningen, dan menjadi wadah diskusi dan konsultasi warga negara Indonesia yang tinggal di Belanda, khususnya di Kota Groningen dan sekitarnya.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah Jabat Erat Indonesia. Melalui kegiatan seminar dan diskusi ini diharapkan dapat menjalin tali silaturahmi yang lebih erat antarwarga negara Indonesia (WNI). Selain itu, seminar dan diskusi ini juga merangkul masyarakat Indonesia yang sudah lama tinggal di Belanda, baik bekerja atau melakukan kawin campur, untuk berkomunikasi dan mendiskusikan isu-isu keimigrasian dan kekonsuleran.

Secara garis besar, acara dibagi dalam 3 bagian. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi memberikan beberapa informasi terkini yang penting diketahui masyarakat Indonesia yang berada di Belanda. Diantaranya mengenai kunjungan Menteri Luar Negeri Belanda, Timmermans, ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.

Informasi lain yang disampaikan oleh Ibu Retno adalah mengenai kegiatan promosi budaya Indonesia yang akan diselenggarakan di Belanda. Pada tanggal 20-24 Maret 2013, KBRI di Den Haag, akan menyelenggarakan Pasar Malam Indonesia 2013 bertempat di Malieveld, Den Haag. Pasar Malam Indonesia 2013 tersebut diselenggarakan untuk mempromosikan keunikan dan ciri khas Indonesia misalnya budaya dan produk - produk investasi, ke masyarakat di Belanda. Tema yang diangkat pada Pasar Malam Indonesia 2013 adalah "Exploring the new Indonesia through Pasar Malam Indonesia".

Pada bagian berikutnya, digelar sesi diskusi tentang isu-isu kewarganegaraan yang mungkin dihadapi WNI di luar negeri. Sebagai narasumber adalah pejabat bidang konsuler/protokoler KBRI di Belanda, Imam Asyhari, dan atase Imigrasi KBRI di Belanda, Sarno Wijaya, dan dimoderatori oleh Hengky Purwoto.

Pada sesi ini, kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang ada di Belanda khususnya, juga menyampaikan banyak informasi kekonsuleran dan keimigrasi yang penting diketahui, misalnya perlindungan WNI di luar negeri, tata cara perkawinan di luar negeri, masalah kewarganegaraan ganda, perkawinan campuran, masalah izin tinggal di Belanda dan Indonesia hingga pengiriman jenazah apabila ada WNI Indonesia yang meninggal di Belanda atau ada warga negara Belanda yang meninggal dan ingin dimakamkan di Indonesia.

Di bagian akhir, tiga alumni Groningen membagikan pengalaman mereka meniti karir di Belanda. Mereka adalah Sita Noor Indah (mewakili lulusan S1, saat ini bekerja sebagai Project Engineer di Witteveen+Bos), Martin William (mewakili lulusan S2, sekarang bekerja sebagai HR & Communication Coordinatordi I.O.O.R.S) dan Syarif Riyadi (mewakili lulusan S3, menjabat Material Scientist di Johnson Matthey).

Sesi yang dimoderatori oleh Mackenzie Hadi berfokus tentang tips dan trik meniti karier di negeri Belanda. Para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia di Groningen begitu antusias dengan sesi ini, terlihat dari banyak respon berupa pertanyaan yang dilemparkan kepada ketiga pembicara.

Di acara ini pula, KBRI membuka layanan lapor diri yang ditujukan kepada mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang baru datang ke Belanda atau belum melaporkan kedatangannya ke Belanda. Selain itu, untuk lebih menghangatkan suasana di sore hari yang dingin, Vocal Group van Groningen yang digawangi oleh 6 mahasiswa Indonesia turut menghibur sekitar 150 orang peserta yang hadir di acara tersebut.


Kiriman: Winarto
Mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda

Redaktur : Nidia Zuraya
3.423 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda