Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Persatuan Islam Bagai Bah tak Terbendung

Senin, 28 Mei 2012, 20:10 WIB
Komentar : 0
deden mauli darajat
imposium persatuan Islam sedunia berlangsung Ahad (21/5/2012) di Ankara, Turki
imposium persatuan Islam sedunia berlangsung Ahad (21/5/2012) di Ankara, Turki

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Deden Mauli Darajat*

ANKARA - Simposium persatuan Islam sedunia berlangsung Ahad (21/5/2012) di Ankara, Turki, dihadiri para aktivis organisasi Islam dari berbagai negara.

Delegasi Indonesia terdiri dari 25 orang berasal dari ormas-ormas Islam, antara lain Persatuan Ummat Islam (PUI), Mathlaul Anwar, Majelis Ulama Indonesia, Dewan Dakwah Islam Indonesia, PPSDM, Perpadi, Wanita Islam, dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Ummat (L-Pemandu).

Tak kurang 20 pembicara tampil dalam simposium sehari yang diselenggarakan oleh Yayasan Wakaf Hayrat, organisasi penyebar pemikiran Badiuzzaman Said Nursi. Para pembicara memang seluruhnya membahas tema persatuan Islam dalam perspektif Said Nursi yang terkenal sebagai bapak Turki dan penulis kitab tafsir tematik Risalah Nur.

"Tema persatuan Islam sangat penting dibahas di tengah konflik yang dialami umat Islam di berbagai negara sekarang ini," kata Atty Ali Kurt, Wakil Sekjen Yayasan Hayrat dalam sambutannya di hadapan belasan ribu peserta yang memenuhi Stadion Arena Ankara.

Said Nuri Erturk, salah seorang murid Said Nursi yang masih hidup, tampak hadir di tengah-tengah ribuan hadirin peserta simposium. Dia berkali-kali mengusap air matanya ketika Muhammet Hamdawi dari Maroko mengungkit masa-masa sulit perjuangan Said Nursi pada awal tahun 1900-an. Kala itu, Kerajaan Khilafah Ustmani sedang mengalami masa kemundurannya, kemudian dilengapkan oleh kekuatan-kekuatan sekuler yang memberangus hampir seluruh warna Islam dari seluruh Turki. Itulah akhir khilafah Islam di dunia.

Sementara itu, ustadz Ahmad Syadzili Karim yang tampil mewakili Indonesia, mendapat tepuh tangan meriah saat mengatakan bahwa persatuan Islam kini sedang mengalami masa pertumbuhannya.

"Segera persatuan Islam akan menjadi bah yang mengalir tanpa ada yang bisa mampu membendungnya," kata Syadzili Karim yang juga Ketua Umum Mathlaul Anwar. Dia menyebut persatuan Islam seakan bangunan kokoh yang saling mengikat seorang Muslim dengan lainnya, dan tak ada pihak manapun bisa menghancurkannya.

Ahmad Rifai, wakil Majelis Syura PUI mengaku agak terkejut dengan paparan Said Yavus tentang sejarah persatuan Islam di dunia Islam. Dalam makalahnya, Yavus dari Yayasan Hayrat menyebut Khilafah Umawiyah didirikan bukan di atas asas Islam.

"Saya belum pernah menemukan penjelasan seperti itu di buku-buku sejarah," kata Rifai. Menurut Yavus, persatuan Islam yang hancur di masa Bani Umawiyah berhasil dibangun kembali ketika kekuasaan khilafah Islam berhasil direbut oleh Bani Abbasiyah.

Banyak lagi paparan tentang persatuan Isma dikemukakan oleh para pembicara, antara lain Prof. Dr. Mustafa Baloglu, Drs Mahmud Misri (Universitas Aleppo Syria), Prof Abdulnur Muhammed Elmahi (Univ Abdulaziz Saudi Arabia, Prof Ibrahim Noreyn Ibrahim Mohammed (rektor Univ Al-Quran dan Sains Islam Sudan), Prof Dr Muhammad Sa'd Abdulmecit Kasim (Univ Al-Azhar Mesir), Muhammad Saeed Khan (Fast National Univ Pakistan), dan lainnya.

*Penulis: Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ankara, Turki

Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Akmanhe Rabu, 6 Juni 2012, 21:14
YesssZ....Kirakira wali kutub yang layak mimpin
  slam Selasa, 29 Mei 2012, 17:44
Amien, Ya Alloh Bilakah saat itu datang ketika kami di satukan dalam satu teriakan Takbir dan Ikatan Tauhid
  Om Cholis Selasa, 29 Mei 2012, 06:04
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaha illallah.Allahu Akbar. Jayalah Islam..sbg rahmatan lil 'alamiin.Amiin

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...