UT Korea Berupaya Menghapus Tenaga Kerja Indonesia
Telaksananya Universitas Terbuka (UT) di Korea Selatan merupakan angin segar tersendiri, terutama bagi para TK I yang ada di Korea Selatan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas diri. UT Korea terlaksana berkat inspirasi dari para anggota PERPIKA (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan). Meskipun sedang sibuk dengan kegiatan perkuliahannya, mereka masih menyempatkan diri untuk mengatur pelaksanaan UT Korea. Mulai dari registrasi ,biaya administrasi, pelaksaan tutorial sampai pelaksanaan ujiannya.
Pada pembukaan semester awal, UT Korea cukup mendapat respon positif dari para TKI. Ada sekitar 150 pendaftar. Mereka terbagi dalam jurusan Manajemen (S1), sastra Inggris, dan ilmu komunikasi. Pada semester kedua, di luar dugaan, peminatnya semakin membludak, ada sekitar 200 pendaftar baru.
Kegiatan belajar mengajar UT Korea dilakukan dengan metode Ustream dan Tutorial tatap muka, yang diadakan setiap hari Minggu. Untuk semester dua, karena mahasiswanya bertambah banyak dan tersebar di berbagai daerah yang berbeda, kegiatan tutorial maupun Ustream dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah 1: Seoul, Incheon, Suwon, Ansan, dan wilayah 2: Busan, Daegu, Changwon, Choenan, Daejon.
Bekerja sambil belajar memang tidak mudah. Rerata tiap harinya para TKI harus bekerja antara 8-12 jam. Bahkan kadang harus lembur sampai tengah malam. Di sini mereka dituntut untuk bisa mengatur waktu seefektif mungkin antara bekerja dan belajar. Tetapi, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi para mahasiswa UT Korea. Dengan semangat dan keinginan yang kuat untuk belajar serta bimbingan dari tutor yang cukup berpengalaman, mereka mampu berprestasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari Indeks Prestasi (IP) dari para mahasiswa pada semester pertama. Choirul Huda/Manajemen (S1) IP: 3,52; Deni Sugandi/sastra Inggris (S1) IP : 3,53; Lukman Nur Khakim/ilmu Komunikasi IP: 3,1.
UT Korea sendiri mempunyai slogan berkarya dan berpendidikan. Jadi para mahasiswa lulusan UT Korea nantinya setelah pulang ke Indonesia diharapkan mampu berkarya dan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga mampu menyerap para pengangguran. Dan di masa yang akandatang tidak ada lagi pengiriman TKI keluar negeri. Hal ini ditegaskan Bapak Hadi Teguh Yudistira selaku Koordinator umum UT Korea di sela-sela acara sosialisi semester genap di Jumin Center, Ansan. ” Saya harapkan lulusan UT Korea nantinya mampu membuka lapangan kerja di Indonesia sehingga tidak ada lagi TKI.”

Choirul Huda
Mahasiswa Manajemen (S1) UT Korea
mhi_lhu7@yahoo.co.id
_____________________________
Rubrik Jurnalisme Warga memuat tulisan kiriman pembaca. Kirimkan tulisan Anda (mencakup laporan, tips, pengalaman, dan kisah mengenai berbagai hal) beserta foto-foto ke: kirimanpembaca@rol.republika.co.id. Tulisan disertai identitas jelas pengirim. Redaksi berhak tidak menayangkan kiriman tulisan berdasarkan penilaian redaksi.
3803 reads





Luar biasa ! berbanggalah anda sebagai Mahasiswa UT di Korea, Do The Best, Smoga tambah SUkses!
BalasSaya masih awam tentang ini,mohon penjelasan lebih banyak dari temen2 & saya ingin sekali yg namanya UT.Saya sudah mendengar tentang UT di Korea, tapi kendala saya sudah Ilegal...bagaimana hal tsb bisa di jalankan ?
BalasSaya sangat bersyukur dengan UT meluas ke berbagai negara,membangun Para Buruh/TKI Dimanapun berada sesuai dengan cita2,dan menjujung harkat martabat Bangsa, dan memberantas kebodohan anak Bangsa.
BalasBerita yang menarik dan sangat menggembirakan. Kamsahamnida...
BalasMaju terus TKI Korea...Optimis Pasti Bisa..!!!
Balas