Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pungli di Kantor Pos Tegaldlimo

Jumat, 07 September 2012, 15:53 WIB
Komentar : 20
Antara
Pos Indonesia (ilustrasi)
Pos Indonesia (ilustrasi)

Saya WNI yang tinggal dan bekerja di LN (AS). Beberapa kali saya kirim paket (multivitamin dan sedikit souvenir) ke orang tua saya di Tegaldlimo, Banyuwangi, Jatim. Saya selalu pakai jasa USPS (pos pemerintah AS), dan diteruskan ke alamat oleh Pos Indonesia.

Saya selalu bayar biaya pengiriman di USPS, dan mereka bilang paling lambat 10 hari kerja sampai. Tapi faktanya, selalu di atas 2 minggu.

Setiap kali paketnya sampai, orang tua selalu telepon kalau barangnya sampai. Tapi mereka selalu mengeluhkan BIAYA TEBUSAN. Beberapa kali biayanya 200-an ribu. Puncaknya pas seminggu sebelum lebaran kemarin, mereka diminta biaya Rp 550.000 untuk sekadar ambil barang. Sungguh amat sangat MENJENGKELKAN!!!

Saya juga pernah kirim barang ke teman di Malang, dia bilang cuma kena Rp 17 ribu. So, ada apa dengan Kantor Pos Indonesia (khususnya Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi)?

Tolong yang bersangkutan, jangan ada lagi praktik seperti itu. Tidak semua orang punya uang banyak, apalagi hanya untuk mengambil paket di kantor pos.


Lisma WB

Seattle, WA

USA

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...