
Bulan lalu saya mengurus surat numpang nikah di KUA kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan. Begitu masuk, surat langsung diurus dan saya menunggu di ruang tunggu depan KUA. Sambil menunggu, saya membaca sebuah tulisan tentang peraturan pemerintah yang difigura rapi dan dipajang di dinding KUA, bahwa biaya pencatatan pernikahan adalah Rp. 30.000.
Tapi, ketika saya tanya ke petugasnya "berapa?", malah diminta Rp.50.000. Cukup kaget memang. Sedangkan untuk mengurus surat pengantar dari Kelurahan ke KUA saja petugas kelurahan minta bayaran Rp.150.000 dengan alasan "Nikah kan peristiwa sekali sehidup dek.." Dan semua itu saya lakukan sendiri tanpa perantara calo atau bantuan orang kelurahan.
Saya kembali terkejut ketika mendengar cerita tetangga yang minta 'diurusin' (istilah minta bantuan orang kelurahan) surat numpang nikah dari Kelurahan sampai KUA yang hanya meminta Rp.200.000, sedangkan waktu itu saya ditawari pengurusan surat numpang nikah sampai jadi Rp.250.000.
Miris…
Anto
jadi inget dulu waktu mau nikah (th 2007) baru nanya aja kepala KUA dah minta 150rb....pas udah daftar biayanya 300rb....itupun pake tawr menawar dengan mengatakan kalo jam akad bentrok sama yang lain (pura pura kayaknya)....daerah jkt...semoga Alloh memberi hidayah kepada mereka amiin
BalasAlhamdulillh ditempat kami biaya jauh dibawah yg rekan2 sebutkan tadi. dan saya baru tahu ternyata sebagia biaya tersebut kembali ke masyarakat dalma bentuk bantuan masjid, tpa, pendidikan, kegiatan keagamaan dll.
BalasKorupsi ada dimana-mana... ckckck...
BalasBanyak koruptor dimana-mana..
Kita ucapkan selamat kpd orang KUA , mereka sudah merintis jalan menuju neraka, semoga sampai ke neraka dengan sukses dan mulus kelak akan merasakan api neraka yg panas 700X api dunia/
Balaskalo ngurus surat nikah dikenakan zakat (35 rb)
Balasngurus ktp juga kena zakat 5rb
dasarnya apa ya?
kalo memang benar sih rada mendingan beramal. tapi kalo cuma alasan doang, jelek-jelekin / menyalahi ajaran agama tentang zakat tuh