Setan Kepedasan
Jumat , 12 Agustus 2016, 16:24 WIB

.
Memohon perlindungan Allah dari gudaan setan yang terkutuk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu malam, dua pemuda santri di salah satu pesantren di Yogyakarta sedang menikmati makanan khas Surabaya, rujak yang diracik secara mandiri. Aroma cabai begitu menyengat, fantasi rasa super pedasnya pun melambai-lambai di batang hidung.

 
Sebut saja Sabiq dan Burhan. Rujak dinikmati dan air es sudah disiapkan untuk menetralkan suasana.  
 
Sabiq: Bismillahirrahmanirrahim, allahumma bâriklana fîmâ razaqtanâ, waqinâ adzâban-nâr. 
 
Lalu, hleebb… Sejumlah potongan buah dalam rujak pun dilahab Sabiq. Tak merapalkan doa dipercaya sama saja dengan mengizinkan setan-setan ikut nimbrung makan.
 
Burhan: Kang, kenapa sampean kok baca doanya di awal?
 
Sabiq: Lho, memang kenapa? Kan Kanjeng Nabi meneladankan demikian. Berdoa sebelum makan.
 
Burhan: Makan itu ada triknya. Makan rujak pedas begini, tepatnya doa tidak di awal tapi di akhir pas mau minum.
 
Sabiq pun semakin bingung, lalu bertanya, "Lha kok bisa begitu?"
 
Burhan: Iya, supaya setannya kepedesan, Kang. Sebab, habis makan pedas tapi gak dikasih minum.
 
Sabiq: Owwh, jadi gitu. Yowes, tak ralat doaku kang nek ngono.
 
Burhan: %$#@#$&
 
Sumber: Nu Online
Redaktur : Agung Sasongko


Air Mata Mengucur di Multazam
Selasa , 25 April 2017, 06:12 WIB
Di Yerusalem, Peziarah Muslim Ikut Merasakan Aqsa
Selasa , 25 April 2017, 08:00 WIB
DPR Sudah Ketahui Fasilitas Baru Haji 2017
Selasa , 25 April 2017, 03:20 WIB
Pegadaian Syariah Luncurkan Progam Arrum Haji
Selasa , 25 April 2017, 07:00 WIB

KURS VALAS

Sumber: Bank Indonesia
Mata uangJualBeli
USD
13365.00
13233.00
SAR
3564.19
3528.05
Last Update : Kamis, 27 April 2017