Padang Arafah
Tuesday, 24 September 2013, 18:50 WIB

Sejumlah jamaah haji berkumpul di puncak Jabal Rahmah saat pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah dekat kota suci Mekkah,Kamis (25/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, Arafah adalah nama kawasan padang pasir di wilayah Arab Saudi. Kota yang terdekat dengan kawasan padang pasir ini adalah Kota Makkah dengan jarak sekitar 25 km.

Lokasinya di sebelah timur Kota Makkah. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia, Arafah bermakna memperkenalkan atau mengenal. Tidak diketahui pasti mengapa padang pasir tersebut disebut Arafah yang berarti mengenal atau memperkanalkan.

Namun, bila dirunut dari sejarah yang diuraikan para ulama, boleh jadi nama Arafah diberikan karena padang pasir ini diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah terpisah ratusan tahun. Di padang pasir inilah, keduanya kembali saling mengenal. 

Setelah diturunkan dari surga untuk menjadi khalifah di bumi, para ulama sepakat bahwa Adam dan Hawa tidak di satu tempat. Tapi, mereka diturunkan di tempat terpisah.

Di mana lokasi tepatnya kedua manusia pertama ini diturunkan? Ulama masih silang pendapat mengenai ini. Namun, mereka menyepakati, keduanya bertemu lagi di Padang Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah.

Namun, ada juga yang menyebutkan, di padang pasir inilah, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf pada musim haji. Dengan berkumpul di satu tempat, seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah wukuf bisa saling mengenal. 

Alasan lainnya menyebutkan, di Padang Arafah inilah, umat Islam bisa lebih mengenal atau lebih dekat kepada Allah. Karena, di Padang Arafah itu, umat Islam melakukan wukuf yang berarti berdiam sejenak untuk berzikir, berdoa, beri’tikaf, dan melakukan ibadah lain untuk mencari ridha Allah.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Reporter : Yasmina Hasni


  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.