Incar Dana Haji, Bank Muamalat Siapkan Mudharabah Muqayadah
Jumat , 22 December 2017, 16:31 WIB

Direktur Korporasi PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk Indra Y Sugiarto, Komisaris Independent Iggi H Achsien, dan Head of Corporate Affairs Ali Akbar H (dari kiri ke kanan) (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Bank Muamalat sedang mempersiapkan produk investasi untuk menyerap dana haji di tahun 2018. Produk Mudharabah Muqayadah rencananya akan siap dalam Semester I 2018.

Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Sugiarto menjelaskan, produk ini dikembangkan untuk menyerap dana haji yang pada tahun depan porsinya akan dikurangi di Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah. Pihaknya saat ini masih dalam tahap penjajakan untuk produk investasi tersebut.

"Insya Allah sedang kami kembangkan untuk produk Mudharabah Muqayadah. Siap semester 1, kalau semua berjalan dengan lancar," ungkap Indra kepada Republika.co.id, Jumat (22/12)

Mudharabah Muqayadah adalah akad yang dilakukan antara pemilik modal untuk usaha yang ditentukan oleh pemilik modal dengan pengelola. Nisbah bagi hasil dari akad itu disepakati di awal untuk dibagi bersama, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

Dengan skema ini, Bank Muamalat akan mendorong pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah yang bersifat jangka panjang. "Infrastuktur menjadi salah satu target kami untuk pembiayaan tahun depan," ujar Indra.

Berkaitan dengan Rencana Strategis (Renstra) BPKH pada tahun 2018 yang akan mengurangi porsi dana haji kepada BUS dan UUS, menurut Indra hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK Bank Muamalat. Karena pada saat ini Funding to Deposit Ratio (FDR) Bank Muamalat berada di level 86 persen.

Dalam Renstra BPKH, pada 2018 porsi dana haji di deposito syariah akan berkurang menjadi 55 persen, nilai ini berkurang dari tahun 2017 yang sebesar 65 persen. "Posisi funding kami terus meningkat baik dari retail maupun corporate," imbuhnya.

Selain menyerap dana haji melalui Mudharabah Muqayadah, pihaknya juga akan terus mendorong penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Strategi utama untuk meningkatkan DPK adalah kembali kepada core bisnis perusahaan yaitu bekerja sama dengan ormas Islam, Masjid, Lembaga Amil Zakat dan lainnya. "Selain itu juga menggerakkan cabang untuk lebih aggressive lagi meningkatkan DPK terutama Dana murah," katanya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Idealisa Masyrafina