Polisi Inggris Minta Komunitas Muslim Waspada Biro Haji Nakal
Sabtu , 13 Mei 2017, 19:15 WIB

Republika/Yasin Habibi
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sedang mendata paspor calon jamaah haji. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Kepolisian Inggris mewanti-wanti komunitas Muslim untuk waspada akan biro perjalanan haji nakal menjelang keberangkatan haji antara 30 Agustus hingga 4 Mei 2017. Korban penipuan biro perjalanan haji nakal banyak yang enggan melapor karena malu. Padahal, nilai kerugian penipuan semacam ini sudah mencapai 35.278 euro dari tujuh laporan yang disampaikan antara Januari-Desember 2016.

Kepolisian Inggris mengerahkan 11 petugas untuk bertemu tokohdan komunitas Muslim dengan dibantu Dewan Haji Inggris (CBHUK). Kepolisian Kota London juga akan menggelar sosialisasi kepada biro perjalanan haji setempat terkait penipuan terhadap calon jamaah haji, termasuk juga pengurus masjid dan pihak bandara, demikian dilansir Birmingham Mail, Sabtu (13/5).

Kepada para calon jamaah haji, Kepolisian Inggris meminta agar mengecek kredibilitas biro perjalanan haji yang akan digunakan jasanya dan memastikan mereka adalah anggota Asosiasi Biro Perjalanan Inggris (ABTA). Bila memesan perjalanan haji melalui paket perjalanan, calon jamaah haji juga harus memastikan biro yang mereka gunakan jasanya sudah memiliki izin sebagai biro perjalanan menggunakan jasa penerbangan diakui (ATOL). ATOL sendiri dijamin Otoritas Aviasi Sipil.

Jamaah haji juga harus memastikan semua tahap proses perjalanan haji. Juga pastikan penerbangan, akomodasi, dan visa benar-benar valid. Calon jamaah haji juga diminta tidak membayar apapun terkait rencana perjalanan hajinya ke rekening pribadi seseorang yang mengatasnamakan petugas biro perjalanan.

Kepala Kepolisian Kota London Dave Clark menjelaskan, banyak calon jamaah haji sudah menabung bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah sekali seumur hidup ini. ''Sayangnya, ada saja yang memanfaatkan hal ini,'' kata Clark.

Karena itu, Kepolisian Inggris mengajak para calon jamaah haji untuk memastikan kebenaran dan izin biro perjalanan haji yang hendak mereka pakai jasanya. ''Bila nampaknya terlalu muluk, paket seperti itu yang biasanya menipu,'' kata Clark.

Ia berharap langkah yang dilakukan ini bisa meningkatkan kesadaran calon jamaah haji dan melindungi mereka dari aksi penipuan.

Redaktur : Winda Destiana Putri
Reporter : Fuji Pratiwi