Kenya Bertekad Jadi Pusat Pariwisata Syariah
Ahad , 16 April 2017, 14:14 WIB

thechessdrum.net
Mingingo, Kenya

IHRAM.CO.ID, NAIROBI -- Negara dengan penduduk mayoritas Kristen, Kenya, berkeinginan menjadi pusat pariwisata dan perbankan syariah. Untuk menunjukkan keseriusannya, Kenya mengadakan pertemuan para ahli ekonomi syariah se-Afrika Timur untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang bisa dilakukan agar bisa menggaet pangsa pasar 1,6 miliar penduduk Muslim dunia.

Kenya hendak menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Perekonomian Islam tidak hanya mencakup industri makanan halal, tapi juga sektor lain seperti pariwisata, perbankan, asuransi dan pasar modal syariah.

Salah satu pejabat di Kementerian Pariwisata Kenya Najib Balala mengatakan bahwa kementerian berencana menerbitkan panduan untuk hotel dan penginapan syariah. Hal ini tidak lain demi menarik wisatawan Muslim dunia yang diperkirakan mengeluarkan uang 230 miliar dolar AS pada 2020 untuk sektor pariwisata.

"Kenya juga telah membantuk tim ahli untuk mengidentifikasi kebijakan pasar modal negara agar sesuai dengan hukum perbankan syariah," ujar Kepala Otoritas Pasar Modal Kenya Paul Muthaura seperti dilansir dari Gulf News, baru-baru ini.

Para ahli menyebut perekonomian syariah memiliki beberapa tantangan. "Sangat sulit mengembangkan konsep yang dapat diterima oleh pemerintah di negara-negara liberal seperti Italia," kata Presiden Pengembangan Halal Dunia (salah satu organisasi di Italia) Anna Maria Tiozzo.

Dia menyebut organisasinya membutuhkan waktu 10 tahun untuk mendorong sertifikasi produk makanan halal. Pemerintah Italia khawatir sertifikasi tersebut diartikan bahwa mereka mendukung agama tertentu. Tantangan lainnya yakni dalam bisnis hotel syariah yang hanya menerima pasangan tamu sudah menikah untuk pemesanan satu kamar.

Persyaratan ini sulit dipraktikkan di negara liberal. Beberapa hotel syariah di negara liberal sering mendapat kritik karena menolak pasangan tamu yang belum menikah tinggal dalam satu kamar. Lebih dari 80 persen warga beragama Kristen, sementara populasi Muslim hanya 12 persen.



Redaktur : Winda Destiana Putri
Reporter : Qommarria Rostanti