Kelelahan, Calhaj Usia 84 Tahun Wafat dalam Perjalanan ke Embarkasi
Kamis , 25 Agustus 2016, 17:27 WIB

Antara/ca
Jamaah haji wafat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Seorang calon jamaah haji asal Provinsi Jambi, Marlis Maruk Ahmad Zulkarnain (84 tahun) yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Batam wafat dalam perjalanan dari rumah menuju embarkasi pada Rabu (24/8).

"Marlis meninggal dalam perjalanan, karena faktor kelelahan dalam perjalanan panjang," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam, Syahbudi di Batam Kepulauan Riau, Kamis (25/8).

Ia menjelaskan perjalanan dari kota asal Marlis di Kabupaten Merangin ke Kota Jambi membutuhkan waktu lima hingga enam jam. Rombongan sudah berangkat dari daerah pada sore hari.

Di dalam bus, Marlis sudah tidak bergerak, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Batanghari. Di sana, baru diketahui Marlis sudah meninggal. Almarhum diperkirakan mengembuskan nafas terakhir saat berada di bus.

Meski belum sampai di Embarkasi Batam, namun Marlis tetap mendapatkan hak asuransi haji, yang nanti akan diurus oleh Embarkasi Antara Jambi."Itulah, Embarkasi Antara membuat jamaah kelelahan. Sedari sore mereka sudah siap berangkat ke Embarkasi Antara Jambi. Jam 2 subuh besoknya sudah seremoni lagi untuk diberangkatkan ke Bandara Hang Nadim Batam," kata dia menerangkan.

Setibanya di Batam, jamaah juga hanya bisa duduk di bangku-bangku terminal Bandara Hang Nadim, sambil menunggu penerbangan ke Arab Saudi sekira pukul 9.30 WIB."Mereka tidak bisa baring, hanya duduk saja. Kasihan. Rata-rata mereka kelelahan," sambung Syahbudi.

Berbeda dengan Embarkasi murni, jamaah masih bisa istirahat, tidur di Asrama Haji. Dia menjelaskan, Waktu pemberangkatan ke Embarkasi Batam pun bisa diatur lebih fleksibel, demi menghindari jamaah kelelahan.Sementara itu, hingga kini Embarkasi Hang Nadim Batam telah memberangkatkan 7.590 jamaah calon haji asal Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat dan Jambi.

Kloter 17 Embarkasi Batam terdiri dari 298 calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Merangin, 120 calhaj Kabupaten Sarolangun, 19 calhaj  Kota Jambi dan tiga calhaj Kabupaten Bungo serta lima orang petugas.

Redaktur : Achmad Syalaby
Sumber : Antara