Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tim MER-C Bertolak ke Myanmar Hari Ini

Rabu, 12 September 2012, 11:37 WIB
Komentar : 2
Khin Maung Win/AP
Pengungsi etnis Rohingya di kamp pengungsi Baw Pha Du di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Rabu, (1/8).
Pengungsi etnis Rohingya di kamp pengungsi Baw Pha Du di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Rabu, (1/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Kemenlu Myanmar mengeluarkan izin visa dan izin masuk Rakhine State bagi Tim Medis Medical Emergency and Rescue Committe (MER-C) Indonesia.

Berbekal surat tersebut dan Nota Diplomatik dari Kemenlu RI, sebanyak lima relawan MER-C, Rabu (12/9), pukul 05.00 WIB bertolak ke Yangon, Myanmar.

"Rencananya selama dua pekan mereka menyalurkan bantuan," ungkap Manager Operational MER-C Rima Manzanaris. Tim ini terdiri dari  dokter spesialis, dokter umum, perawat bedah, dan bidang logistik.

Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad turut melepas keberangkatan Tim di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tim yang bertugas pada misi kali ini, yaitu dr. Yogi Prabowo, SpOT (Ketua Tim), dr. Zackya Yahya, SpOk, dr. Meaty F, dr. Kresna Agung, dan Azis Muslim (staf logistik).

Surat izin dari Kemenlu Myanmar dan Nota Diplomatik tersebut, imbuh Rima, sudah dinanti sejak pengajuan sebulan lalu. Tim berharap langkah selanjutnya bisa segera masuk ke lokasi konflik dan pengungsian di Rakhine State. Mereka bakal memberikan bantuan dan pelayanan medis bagi para korban.

Tim dijadwalkan tiba di Yangon, ibukota Myanmar pada pukul 11.15 waktu setempat. Setibanya di Bandara Yangon, bersama staf KBRI, Tim akan langsung menuju kantor KBRI guna berkoordinasi lebih lanjut mengenai rencana misi medis MER-C di Rakhine State.

"Keberangkatan tim kami terwujud atas kepercayaan dan bantuan para donatur, mohon doanya agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar amanah donasi dari rakyat Indonesia tersampaikan pada yang membutuhkan,"harap Rima.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Hafidz Muftisany
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Zainal Senin, 17 September 2012, 09:19
Iri rasanya tidak bisa ikut rombongan untuk membantu saudara muslim di rohingya. Sudah lama saya ingin bisa mengikuti jejak saudara-saudara yang bisa membantu saudara muslim dimana saja mereka berada, tapi bagaimana jalannya, itulah masalahnya!