Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Akhirnya, AS Prihatin Juga terhadap Muslim Rohingya

Selasa, 11 September 2012, 21:09 WIB
Komentar : 0
AP
Pengungsi Muslim Rohingya.
Pengungsi Muslim Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, Amerika Serikat (AS) menyatakan sangat prihatin pada situasi kemanusiaan di negara bagian Rakhine yang dilanda kerusuhan di Myanmar barat, setelah kunjungan delegasi tingkat tinggi ke daerah itu.

Sebuah delegasi Amerika, termasuk Duta Besar yang baru untuk Myanmar, Derek Mitchell, dan utusan senior Joseph Yun, melakukan kunjungan dua-hari di daerah-daerah yang dilanda kekerasan etnik pada Juni, yang mengakibatkan ribuan orang menjadi pengungsi.

"Kedua komunitas menderita dampak kerusuhan, dan situasi kemanusiaan masih sangat memprihatinkan," demikian pernyataan dari Kedutaan Amerika di Rangoon menyusul kunjungan tersebut, yang berakhir hari Senin (10/9).

"Penting sekali untuk menangani kebutuhan yang mendesak, sambil juga meletakkan dasar bagi solusi jangka panjang yang sustainable dan adil."

Bentrokan antara etnik Rakhine yang Budhist dan Ronghingya yang Muslim di negara bagian itu mengakibatkan hampir 90 orang tewas dari kedua pihak, menurut perkiraan resmi, tapi kelompok-kelompok HAM kuatir, angka kematian yang sesungguhnya jauh lebih tinggi.

Pernyataan Amerika itu mengatakan, delegasi tadi meninjau kedua komunitas, mengunjungi kamp-kamp pengungsi serta bisnis lokal, biara-biara dan masjid-masjid.

Dikatakan, lawatan tersebut, yang mencakup pertemuan dengan Menteri Perbatasan Myanmar dan tokoh-tokoh politik, difokuskan pada "keamanan dan stabilitas yang langgung, kebebasan bepergian bagi penduduk lokal, perlindungan dan akses kemanusiaan".

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : www.radioaustralia.net.au
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...