Thursday, 25 Syawwal 1435 / 21 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Usir Muslim Rohingya, Militer Myanmar Langgar HAM

Sunday, 09 September 2012, 01:08 WIB
Komentar : 0
Khin Maung Win/AP
Pengungsi etnis Rohingya di kamp pengungsi Baw Pha Du di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Rabu, (1/8).
Pengungsi etnis Rohingya di kamp pengungsi Baw Pha Du di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Rabu, (1/8).

REPUBLIKA.CO.ID, ARAKAN -- Human Rights Watch (HRW) menyebut Muslim Rohingya tidak mendapatkan hak-hak dasar dan kebebasan. Sementara rezim militer Myanmar melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap orang-orang yang tak berdaya dan tak dilindungi.

Sebanyak 90 ribu Muslim Rohingya dipaksa Pemerintah Myanmar meninggalkan rumah mereka di negara bagian Rakhine di barat Myanmar. Kelompok-kelompok Muslim dari Arab Saudi, Indonesia, Pakistan dan Turki telah berkumpul guna membahas penyebab dari masalah Rohingya. Namun, 800 ribu Muslim Rohingya yang menderita ini laik mendapatkan ganti rugi.

Meskipun ditindas negara, keluhan-keluhan Rohingya telah disuarakan 20 ribu pengungsi Rakhine yang berlindung di kamp daerah tersebut. Keluarga yang tinggal di kamp ini hidup berkelompok di lantai, beberapa pengungsi membawa tas yang berisi sedikit harta benda yang dapat mereka bawa ketika mereka melarikan diri dari desa yang terbakar.

Nasib Muslim Rohingya yang teraniaya di Myanmar harus didengar dan media dunia harus menyoroti pentingnya tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Pemerintah Myanmar juga harus menangani masalah ini secara diplomatik dan meyakinkan komunitas global mengenai keinginannya untuk membangun sebuah masyarakat yang adil.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Simpatisan Prabowo-Hatta: Hasil MK Tak Sesuai Harapan, Kita Terus Berjuang
JAKARTA -- Massa pendukung Prabowo-Hatta berdatangan menuju Mahkamah Konstitusi (MK). Irfan Sanusi selaku koordinator massa mengaku tujuan mereka datang adalah untuk mengawal keputusan...