Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Myanmar Janji Hentikan Konflik Muslim Rakhine

Jumat, 10 Agustus 2012, 23:35 WIB
Komentar : 0
Yudhi Mahatma/Antara
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYIDAW -- Menteri Sosial Kesejahteraan dan Penempatan Kembali Myanmar, U Aung Kyi berjanji untuk terus berusaha menghentikan kerusuhan di Negara Bagian Rakhine. Ucapan Aung Kyi dilontarkannya saat menerima delegasi Indonesia yang dipimpin mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Jumat (10/8).

Pemerintahan Myanmar, kata Aung Kyi telah bekerjasama dengan PBB serta Lembaga Nonpemerintah (NGO) lainnya untuk meredam konflik. "Diberitakan seolah-olah kami tidak bekerja (menghentikan konflik)," kata sang menteri.

Sejak 10 Juni lalu, Rakhine dinyatakan dalam keadaan darurat. Pihak berwenang memberlakukan jam malam di enam kota yang terkena dampak, seperti Maugtaw, Buthidaung, Sittway, Kyaukpyu, Yanbye, dan Thandwe. Pemerintah Myanmar menyatakan, 78 orang dari kedua golongan tewas, sementara 109 orang lainnya luka-luka selama terjadi kerusuhan. Sebanyak 4.822 rumah, 17 masjid, 15 biara, dan tiga sekolah juga dibakar.

Rencananya Sabtu (11/8) esok, delegasi Indonesia dan rombongan akan terbang ke Sitwee, salah satu kota di Rakhine. Usai kunjungan ke Rakhine, direncanakan tiga delegasi Indonesia akan tetap tinggal di Rakhine untuk melakukan perbantuan, dan pemantauan. Di antaranya, Ketua PMI sendiri, Jusuf Kalla, Sekertaris Jenderal PMI, Budi Adi Putro, serta Staf Khusus PMI Husain Abdullah.

"Indonesia adalah rombongan pertama yang boleh memasuki daerah darurat militer ini," ujar JK melalui pesan elektroniknya kepada ROL, Jumat (10/8).

Aung Kyi menjelaskan, terdapat 60 ribu pengungsi yang terimbas konflik tersebut. "Pemerintah berjanji akan mengembalikan mereka ke rumahnya usai konflik mereda," ujar dia.

Kedatangan JK adalah sebagai delegasi Indonesia untuk menawarkan penyelesaian konflik yang terjadi di Negara Bagian Rakhine. Ikut dalam rombongan Jusuf Kalla yaitu mantan juru runding Perundingan Helsinski Hamid Awaluddin, Dubes RI untuk Myanmar Sabastian Sumarsono, dan Asisten Sekjen OKI Atta Abdul Mannan, serta Presiden Bulan Sabit Merah Qatar Mohamed Ghanim Al-Maadheed.

Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sekilas Cerita Tugas Seorang Ketua MPR RI
 JAKARTA -- Dalam pembukaan Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2014, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan sempat sedikit bercerita tugas ketua MPR...