Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Kisah Pedih Tiga Muslimah Rohingya

Rabu, 08 Agustus 2012, 04:44 WIB
Komentar : 13
AP
Pengungsi Muslim Rohingya.
Pengungsi Muslim Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, Raihana, Arafa, dan Hamidah, tiga Muslimah dari Myanmar yang melarikan diri menghindari brutalitas di negara mereka dan berlindung ke Bangladesh. Mereka menceritakan kisah mereka menyelamatkan diri dari kematian pasti di negara mereka.

 

Fars News mengutip al-Arabiya menyebutkan, ketiga Muslimah itu sekarang bersama anak-anak mereka berlindung di Bangladesh dan berada dalam kondisi yang sangat sulit.

Gelombang baru brutalitas yang dilakukan oleh para penganut Budha terhadap umat Muslim Myanmar selama satu setengah bulan terakhir di wilayah Arakan, menurut berbagai sumber telah merenggut nyawa ribuan orang.

Raihana, 25 tahun, kepada kantor berita Anatoli Turki mengatakan bahwa dalam upayanya melarikan diri ke Bangladesh, dia bersama anak perempuannya yang baru berusia satu tahun, terpaksa memakan dedaunan dan ilalang agar bertahan hidup.  

Perserikatan Bangsa Bangsa dan berbagai lembaga HAM membenarkan bahwa etnis Muslim Rohingya, Myanmar, telah selama bertahun-tahun menghadapi kezaliman dan kejahatan sistematik oleh pemerintah Myanmar.

Seorang pengungsi Muslimah lainnya bernama Arafah, 27 tahun, mengatakan bahwa dia telah melintasi perjalanan yang sangat sulit dan berbahaya dari Myanmar hingga Bangladesh bersama dua anak perempuannya Jannat (delapan tahun) dan Khurshid (empat tahun).

Arafah menambahkan bahwa setelah suaminya ditangkap oleh pasukan keamanan Myanmar, dia dan anak-anaknya terpaksa melarikan diri karena menurutnya, pasukan keamanan membakar hidup-hidup warga Muslim dan mereka mencegah warga Muslim pergi ke Masjid.

Adapun Hamidah mengatakan, setelah suami dan anak lelakinya ditangkap oleh pasukan keamanan, dan rumah mereka dibakar. Mereka pun terpaksa melarikan diri ke Bangladesh.

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Anak betawi Kamis, 9 Agustus 2012, 10:05
Ekstrimisme, radicalisme Budha..
  zen Rabu, 8 Agustus 2012, 22:37
mataku hanya bisa berkaca airmata membaca berita rohingya....jiwa terasa berontak ! tapi apa daya?! aku hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT memberikan kami pemimpin berani dan tegas tapi sederhana dan mampu melindungi muslim dari ancaman kaum kafir!
  arief Rabu, 8 Agustus 2012, 20:13
jangan percaya AS dan Barat, umat islam harus mandiri dan maju
  khoir Rabu, 8 Agustus 2012, 17:29
semoga segera di datangkan azab yang pedih bagi orang2 yang dzalim
  DESTA Rabu, 8 Agustus 2012, 17:15
Inilah Islam sesungguhnya ketika Islam mayoritas maka agama lain di hargai. "..untukku AGAMAku dan untukmu AGAMAmu".
Saudaraku Seiman, berdoalah dibulan suci ini, bukan mencaci atau membalas dendam. ada jalan terbaik yang Allah rencanakan di Myanmar.