Selasa, 9 Sya'ban 1434 / 18 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Myanmar Harus Akui Kewarganegaraan Rohingya'

Senin, 06 Agustus 2012, 15:03 WIB
Komentar : 0
AP
Pengungsi Muslim Rohingya.
Pengungsi Muslim Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh pluralisme Indonesia, Frans Magniz Suseno, mengecam pemerintah Myanmar atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingya. Ia juga mendesak rezim Presiden Thein Sein untuk mengakui kewarganegaraan etnis minoritas tersebut.

"Ini situasi yang sangat buruk. Pemerintah Myanmar tentu harus mengakui orang Rohingya sebagai warga bangsa dan negara bukan pendatang dan pengungsi," kata Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah TInggi Filsafat Driyarkara ini.

Menurut Romo Magnis, sapaan akrabnya, secara fisik orang Rohingya memang lebih mirip dengan orang Bangladesh. Sementara orang Myanmar lebih serupa dengan orang Thailand dan Kamboja. Meski demikian, sebagai negara modern, Myanmar harus mengesampingkan persoalan etnis dan lebih mengutamakan persatuan.

"Seperti halnya Indonesia, Myanmar adalah negara modern yang harus menerima perbedaan dan memberi ruang pada pluralitas," tandasnya.

Romo Magnis juga mendorong pers untuk terus mengekspos perkembangan yang terjadi terkait Rohingya.

"Salah satu bentuk bantuan yang bisa dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi yang berkembang. Jangan sampai kasus tersebut tertutup dari pantauan masyarakat luas," imbuhnya.





Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Hazliansyah
1.631 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Awal Masuknya Islam di Vanuatu
VANUATU--Islam pertama kali masuk ke Vanuatu, pada tahun 1978, tepatnya pada Desa Melle, lewat seorang tokoh bernama Hussein Nabanga. Sebelum ke...
Content x