Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Myanmar Harus Akui Kewarganegaraan Rohingya'

Senin, 06 Agustus 2012, 15:03 WIB
Komentar : 0
AP
Pengungsi Muslim Rohingya.
Pengungsi Muslim Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh pluralisme Indonesia, Frans Magniz Suseno, mengecam pemerintah Myanmar atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingya. Ia juga mendesak rezim Presiden Thein Sein untuk mengakui kewarganegaraan etnis minoritas tersebut.

"Ini situasi yang sangat buruk. Pemerintah Myanmar tentu harus mengakui orang Rohingya sebagai warga bangsa dan negara bukan pendatang dan pengungsi," kata Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah TInggi Filsafat Driyarkara ini.

Menurut Romo Magnis, sapaan akrabnya, secara fisik orang Rohingya memang lebih mirip dengan orang Bangladesh. Sementara orang Myanmar lebih serupa dengan orang Thailand dan Kamboja. Meski demikian, sebagai negara modern, Myanmar harus mengesampingkan persoalan etnis dan lebih mengutamakan persatuan.

"Seperti halnya Indonesia, Myanmar adalah negara modern yang harus menerima perbedaan dan memberi ruang pada pluralitas," tandasnya.

Romo Magnis juga mendorong pers untuk terus mengekspos perkembangan yang terjadi terkait Rohingya.

"Salah satu bentuk bantuan yang bisa dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi yang berkembang. Jangan sampai kasus tersebut tertutup dari pantauan masyarakat luas," imbuhnya.





Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...