Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

PKS Serahkan Data Pengungsi Rohingya ke Komisi I

Selasa, 31 Juli 2012, 14:03 WIB
Komentar : 1
dok pri
Anggota DPR fraksi PKS, Herlini Amran saat menemui pengungsi rohingya di Tanjung Pinang
Anggota DPR fraksi PKS, Herlini Amran saat menemui pengungsi rohingya di Tanjung Pinang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI dari fraksi PKS Herlini Amran  menyampaikan data 82 orang pengungsi Etnis Muslim Rohingya yang nasibnya terlunta- lunta selama 10 bulan mendekam di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Tanjung Pinang kepada  Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq.

“Saya telah menyampaikan amanah hasil kunjungan Saya terhadap pengungsi Etnis Muslim Rohingya di Rudenim Tanjung Pinang kepada Ketua Komisi I bapak Mahfudz Siddiq selaku Komsi terkait. Saya berharap Komsi I segera menindak lanjuti hasil kunjungan kami,” ujar Herlini di Komplek DPR, Selasa (31/7).

Herlini berharap, Komisi I sebagai pengawas lembaga terkait bisa mendorong Pemerintah untuk segera membebaskan pengungsi Rohingya yang berada di Indonesia yang nasibnya terlunta- lunta selama kurang lebih 10 bulan di Rudenim dan segera memberikan suaka politik sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap mereka.

Menurut Menlu, di indonesia terdapat 300 muslim rohingya dalam penampungan dan 270 diantaranya pencari suaka, sisanya menjadi pengungsi.

Herlini mengatakan, “Di Rudenim Tanjung Pinang ini terdapat 82 orang pengungsi asal Rohingya, 13 diantaranya anak-anak, dan yang paling kecil  bahkan ada yang masih berumur 9 tahun,” ujarnya

“Penderitaan muslim Rohingya asal Myanmar ini harus segara berakhir,” desak Herlini.

Herlini melanjutkan, untuk itu Pemerintah harus reaktif dan peduli terhadap pengungsi rohingya yang nasibnya terlunta-lunta di Indonesia. “Mereka lari dari negaranya untuk mencari kebebasan ke negara lain seperti Indonesia, tetapi yang didapat justru ketidak jelasan nasibnya di tempat penampungan imigrasi Indonesia,” ujarnya.

Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...