Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

PKS Serahkan Data Pengungsi Rohingya ke Komisi I

Tuesday, 31 July 2012, 14:03 WIB
Komentar : 1
dok pri
Anggota DPR fraksi PKS, Herlini Amran saat menemui pengungsi rohingya di Tanjung Pinang
Anggota DPR fraksi PKS, Herlini Amran saat menemui pengungsi rohingya di Tanjung Pinang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI dari fraksi PKS Herlini Amran  menyampaikan data 82 orang pengungsi Etnis Muslim Rohingya yang nasibnya terlunta- lunta selama 10 bulan mendekam di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Tanjung Pinang kepada  Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq.

“Saya telah menyampaikan amanah hasil kunjungan Saya terhadap pengungsi Etnis Muslim Rohingya di Rudenim Tanjung Pinang kepada Ketua Komisi I bapak Mahfudz Siddiq selaku Komsi terkait. Saya berharap Komsi I segera menindak lanjuti hasil kunjungan kami,” ujar Herlini di Komplek DPR, Selasa (31/7).

Herlini berharap, Komisi I sebagai pengawas lembaga terkait bisa mendorong Pemerintah untuk segera membebaskan pengungsi Rohingya yang berada di Indonesia yang nasibnya terlunta- lunta selama kurang lebih 10 bulan di Rudenim dan segera memberikan suaka politik sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap mereka.

Menurut Menlu, di indonesia terdapat 300 muslim rohingya dalam penampungan dan 270 diantaranya pencari suaka, sisanya menjadi pengungsi.

Herlini mengatakan, “Di Rudenim Tanjung Pinang ini terdapat 82 orang pengungsi asal Rohingya, 13 diantaranya anak-anak, dan yang paling kecil  bahkan ada yang masih berumur 9 tahun,” ujarnya

“Penderitaan muslim Rohingya asal Myanmar ini harus segara berakhir,” desak Herlini.

Herlini melanjutkan, untuk itu Pemerintah harus reaktif dan peduli terhadap pengungsi rohingya yang nasibnya terlunta-lunta di Indonesia. “Mereka lari dari negaranya untuk mencari kebebasan ke negara lain seperti Indonesia, tetapi yang didapat justru ketidak jelasan nasibnya di tempat penampungan imigrasi Indonesia,” ujarnya.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...