Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Rohingya: Terima Kasih Indonesia

Selasa, 31 Juli 2012, 08:53 WIB
Komentar : 26
Damir Sagolj/Reuters
 Seorang ibu dari etnis Rohingya beserta anaknya naik becak di sebelah Utara jalan kota Sittwe, Myanmar.
Seorang ibu dari etnis Rohingya beserta anaknya naik becak di sebelah Utara jalan kota Sittwe, Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Warga Muslim Rohingya, Myanmar, yang sedang mengalami penindasan di negara mereka, menyampaikan terima kasih kepada organisasi Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Cileungsi, Bogor, atas bantuan yang mereka terima.

"Kami menerima surat pernyataan terima kasih itu langsung dari salah satu pemimpin Rohingya, Imum Ahmed, lewat surat elektronika yang dikirimkan kemarin," kata juru bicara Jamaah Muslimin (Hizbullah) Ali Farkhan Tsani di Jakarta, Selasa (31/7)

Dalam surat kepada pembina utama Jamaah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy, Imum Ahmed menyatakan terima kasih kepada organisasi itu 'untuk rasa persaudaraan dan kebaikannya kepada manusia perahu Rohingya yang kehilangan hak-haknya dan terdampar di Indonesia.'

Bantuan diberikan Jamaah Muslimin (Hizbullah) lewat cabangnya di Aceh itu, kata Ali Farkhan, disampaikan ketika orang-orang Rohingya melarikan diri dari serangan-serangan di kawasan Arakan, Myanmar, menggunakan perahu kemudian terdampar di Aceh belum lama ini.

"Kami tidak mendapat pertolongan dimana-mana, di dalam, maupun di luar tanah air kami dan hanya saudara-saudari Muslim Indonesia yang kami lihat ada secercah cahaya harapan dan mengungkapkan persaudaraan kemanusiaan pada kami, yang kami cari selama ini," demikian salah satu kutipan dari surat elektronik tersebut.

Mengutip isi surat itu, Ali Farkhan menambahkan warga Rohingya menyatakan yakin Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia Islam dengan segenap rakyatnya 'akan memimpin kami menuju tatanan dunia yang setara, adil dan bebas bagi segenap manusia dan seluruh ummat Islam.'

Sebelumnya, Asosiasi Rakyat Rohingya-Birma yang berkedudukan di Uni Emirat Arab melalui pemimpinnya, Dr. Than Aung telah menyampaikan pernyataan serupa untuk bantuan tersebut.

Than Aung menambahkan pihaknya ingin bergabung dalam organisasi Jamaah Muslimin (Hizbullah) khususnya dalam perjuangan persaudaraan Muslim (Ukhuwah Islamiyah).

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  fahmi ramadhan Rabu, 8 Agustus 2012, 21:36
Terharu baca ini...semoga muslim rohingya bisa merasa aman di negara kita tercinta ini , sesama umat muslim harus saling menolong indanya persaudaraan :)
  al musthafa Rabu, 1 Agustus 2012, 20:07
selamat dtg di Indonesia dan tenanglah disini susun kekuatan anda untuk berjuang bersama umat Islam lainnya , semoga berhasil amiin
  Sutan Bagindo Rabu, 1 Agustus 2012, 12:39
Suatu kewajiban bagi kita untuk membantu saudara kita yang tertindas, sangat diharapkan kepada pemerintah agar segera turun tangan.
  jacky Rabu, 1 Agustus 2012, 03:51
indonesia pernah menerima ribuan pengungsi vietnam yg disebut manusia perahu menempati pulau galang di batam, mereka tggl sampai puluhan tahun...
Untuk muslim rohingya knpa tidak?
  yoga Selasa, 31 Juli 2012, 19:44
myanmar memang ingin menjadikan kerajaan dengan satu agama, jadi solusinya terima rohingnya menjadi warga negara negeri yang multi agama