Senin , 27 November 2017, 06:13 WIB

NU dan Muhammadiyah Kecam Serangan Masjid di Sinai

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Elba Damhuri
EPA/Stringer
 Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang dan ambulans menunggu untuk mengevakuasi korban di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).
Sebuah gambar ambil yang diambil dari rekaman video menunjukkan orang-orang dan ambulans menunggu untuk mengevakuasi korban di luar masjid yang diserang di kota utara Arish, Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, mengutuk keras serangan di Masjid al-Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). NU dan Muhammadiyah pun menawarkan solusi agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, serangan itu adalah tindakan terkutuk, terlepas dari pelaku, latar belakang, dan motifnya. "Tidak bisa dibenarkan. Biadab," ujarnya di sela Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut dia, segenap warga NU berduka. Untuk itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU di seluruh dunia membacakan surah al-Fatihah dan melakukan shalat Ghaib untuk para korban.

Robikin menambahkan, PBNU meminta presiden Mesir untuk menangkap pelaku serangan menghukum mereka seberat-beratnya. PBNU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

Lebih lanjut, dia menilai, peristiwa tragis di Mesir adalah bukti nyata Islam Nusantara harus diarusutamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak menghadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat, dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

"Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia," kata Robikin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengecam keras serangan di Masjid al-Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). "Tindakan keji tersebut apa pun motif dan siapa pun pelakunya sangatlah sadis dan biadab yang bertentangan dengan ajaran Islam dan keadaban kemanusiaan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/11).

Dia menilai, tindakan keji di Mesir menambah daftar sekaligus citra buruk yang dapat menciptakan stigma Timur Tengah rawan kekerasan dan gejolak ketidakamanan. Karena itu, kata Haedar, Pemerintah Mesir dan negara-negara Timur Tengah jangan memberi toleransi kekerasan serta harus mencegah dan menindak tegas segala bentuk kekerasan yang merusak nilai kemanusiaan itu.

"Kami berharap agar tindakan kekerasan sadis seperti terjadi di Mesir maupun di Amerika Serikat akhir-akhir ini jangan ditiru dan menjadi model di tempat-tempat lain," kata dia.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah mengajak semua pihak di manapun untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan kemanusiaan sebagai gerakan kolektif melawan segala bentuk kekerasan dan tindakan merusak di muka bumi.


Berita Terkait