Rabu , 27 September 2017, 08:12 WIB

Respons Saudi Soal Raja Faisal Duduk dengan Karakter Star Wars di Buku Sekolah

Red: Ratna Puspita
EPA/BRITTA PEDERSEN
Patung lilin Yoda, karakter dalam film Star Wars, di Museum Madame Tussauds Berlin, Jerman.
Patung lilin Yoda, karakter dalam film Star Wars, di Museum Madame Tussauds Berlin, Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Pihak berwenang Arab Saudi memecat pejabat tinggi pendidikan dan sejumlah pengawas lainnya setelah buku teks sekolah ditemukan dengan foto almarhum Raja Faisal duduk bersama karakter \IStar Wars\I Yoda. Pemecatan tersebut juga didorong oleh kesalahan lain dalam berbagai buku teks, termasuk sejarah, kimia, bahasa Inggris dan pendidikan agama

“Kementerian Pendidikan menarik buku-buku teks dengan sebuah foto, yang memperlihatkan Yoda duduk di sebelah Raja Faisal saat dia menandatangani Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1945, menurut laporan media Arab Saudi,” tulis Reuters, seperti dilansir Antara, Rabu (28/9).

Harian berbahasa Arab, Okaz, mengatakan menteri pendidikan telah mengakhiri kontrak wakil menteri Urusan Kurikulum dan Program Pendidikan Mohammed bin Attiyah al-Harthi serta semua pejabat yang bertanggung jawab meninjau dan menyetujui buku teks tersebut. Koran dalam jaringan sabq.org dan harian Arab al-Madinah melaporkan hal serupa di situs mereka.

Laporan muncul setelah Harthi membantah tuntutan bahwa terdapat kesalahan cetak pada buku teks ilmu sosial. “Dia menuduh para kritikus mengeksploitasi kesalahan tersebut untuk mendapatkan ketenaran,” demikian dilaporkan \IOkaz\I.

Okaz mengutip Harthi, yang mengatakan bahwa dia akan tetap setia kepada kerajaan tersebut meski telah dipecat. Media Arab Saudi menulis seniman yang menambahkan gambar Yoda tersebut ke foto Raja Faisal mengatakan dia tidak tahu bagaimana gambar itu sampai muncul di dalam buku teks tersebut.

Dia mengatakan bahwa dirinya membuat gambar tersebut pada 2013 sebagai bagian dari proyek yang dimaksudkan untuk membangun jembatan antara generasi muda dan peristiwa besar bersejarah. Caranya, dengan menggabungkan budaya populer di film Amerika Serikat dalam peristiwa bersejarah tersebut.

Berita Terkait