Kamis , 20 April 2017, 16:01 WIB

Prancis: Kami akan Buktikan Assad Lancarkan Serangan Senjata Kimia

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Edlib Media Center, via AP
Foto yang diambil kelompok antipemerintah Suriah Edlib Media Center yang telah diautentifikasi menunjukkan dokter menangani seorang anak menyusul dugaan serangan kimia di Kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 4 April 2017.
Foto yang diambil kelompok antipemerintah Suriah Edlib Media Center yang telah diautentifikasi menunjukkan dokter menangani seorang anak menyusul dugaan serangan kimia di Kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 4 April 2017.

REPUBLIKA.CO.ID,PARIS -- Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengklaim Prancis memiliki bukti bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia sarin dalam serangan mematikan di Idlib beberapa waktu lalu. Bukti tersebut, kata dia, akan segera dirilis.

Ayrault mengatakan, pascaserangan senjata kimia di Idlib, dinas intelijen Prancis segera melakukan penyelidikan. "Ada penyelidikan yang sedang dilakukan dinas intelijen Prancis dan intelijen militer," ungkapnya seperti dilaporkan laman Asharq Al-Awsat, Kamis (20/4).

Menurutnya, pascaserangan di Idlib, masyarakat internasional bertanya-tanya apakah Assad merupakan otak dari serangan tersebut. Terkait hal ini, Prancis, kata dia, akan membuktikannya. "Kami akan memberikan bukti bahwa rezim (Assad) melakukan serangan ini," kata Ayrault.

Ayrault juga mengklaim memiliki bukti bahwa Assad secara sadar menggunakan senjata kimia dalam serangan Idlib. "Kami memiliki elemen yang memungkinkan kami menunjukkan bahwa rezim Assad secara sadar menggunakan senjata kimia," ujarnya.

Serangan di Idlib merupakan serangan senjata kimia kesekian kalinya di Suriah. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 100 orang, termasuk di dalamnya anak-anak. Komunitas internasional mengecam serangan biadab tersebut.