Selasa , 18 April 2017, 23:01 WIB

ISIS Berupaya Bersekutu dengan Musuh Lama Alqaidah

Red: Ani Nursalikah
NBCnews
Militan ISIS kuasai Irak dan Suriah.
Militan ISIS kuasai Irak dan Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Kelompok bersenjata ISIS sedang berunding dengan musuh lama Alqaidah untuk membangun aliansi, kata Wakil Presiden Irak Ayad Allawi dalam sebuah wawancara pada Senin (17/4).

Perundingan tersebut terjadi saat pasukan pemerintah Irak semakin mendesak ISIS dalam operasi pembebasan kota Mosul.
Allawi mengaku memperoleh informasi tersebut pada Senin dari sejumlah sumber terpercaya di Irak dan sejumlah negara tetangga.

"Perundingan itu sudah dimulai saat ini. Ada diskusi antara para pembawa pesan dari (pemimpin ISIS Abu Bakr al) Baghdadi dan (pemimpin Alqaida Ayman) al Zawahiri," kata Allawi.

ISIS adalah kelompok sempalan Alqaidah yang berdiri pada 2014. Sejak saat itu, dua organisasi tersebut terus bersaing memperebutkan pengikut, donor, dan juga popularitas di tingkat global. Zaawahiri bahkan sempat secara terbuka mengkritik metode brutal ISIS yang sering menggunakan pemenggalan kepala dalam aksinya.

Hingga saat ini masih belum jelas bagaimana kedua kelompok tersebut akan bekerja sama. ISIS sempat menguasai sebagian besar wilayah utara Irak pada 2014 sehingga membuat Baghdadi berani mendeklarasikan berdirinya nigara khilafah di masjid agung al-Nuri di kota Mosul.

Alqaidah menentang pendirian negara khilafah oleh ISIS tersebut. Pada Oktober lalu, pasukan keamanan Irak dan milisi Syiah dibantu oleh koalisi internasional, termasuk dari Amerika Serikat mulai menggelar operasi pembebasan kota Mosul dan sekitarnya dari ISIS.

Pasukan pemerintah berhasil merebut sisi timur kota yang terbelah oleh Sungai Mosul tersebut. Namun pergerakan mereka kini terhambat di gang-gang kecil wilayah Kota Tua yang terletak di sebelah barat Sungai Mosul. ISIS juga mengirim bom bunuh diri, penembak jarak jauh untuk mempertahankan daerah kekuasaan mereka.

Meski sudah hampir terusir dari Mosul, ISIS masih menguasai kota Qaim, Hawija dan Tal Afar di Irak, serta kota Raqqa di Suriah. Allawi sendiri mengakui ISIS belum akan sepenuhnya hilang dari Irak meski sudah tidak punya kekuatan militer.

"Saya yakin ISIS tidak akan hilang begitu saja. Mereka akan tetap sembunyi-sembunyi berkembang, dan menyebarkan racun ke seluruh dunia," kata Allawi.

Sumber : Antara