Jumat , 07 April 2017, 10:43 WIB

AS Serang Suriah, 59 Misil Ditembakkan

Red: Teguh Firmansyah
AP Photo/Evan Vucci
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Militer AS meluncurkan 59 misil penjelajah ke pangkalan udara militer Suriah pada Kamis (6/4) malam. Ini merupakan serangan pertama AS ke pemerintahan Bashar al-Assad sejak konflik negara itu pecah enam tahun lalu.  Serangan itu sekaligus dinilai sebagai balasan atas penggunaan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil Suriah pekan ini.

Presiden Donald Trump mengatakan, serangan ini penting untuk kepentingan keamanan nasional AS. Ia pun meminta agar semua bangsa beradab bergabung dengan AS untuk mengakhiri pembantaian dan pertumpahan darah di Suriah. Trump pun menegaskan keinginannya untuk mengakhiri berbagai macam aksi terorisme.

"Kami meminta kearifan Tuhan di saat kita sedang menghadapi dunia sangat bermasalah ini," ujarnya. "Kami berdoa buat mereka yang terluka dan jiwa-jiwa yang telah meninggalkan kita."

Seperti dikutip Washington Post, serangan dilakukan oleh dua kapal Angkatan Laut AS, USS Ross dan USS Porter di timur Mediterania. Mereka menghantam pangkalan militer Shayrat di Provinsi Homs.

Serangan ini sekaligus membuka front langsung konflik tak hanya AS dengan Suriah tapi negara pendukung Assad yakni Rusia dan Iran.

Baca juga,  AS Kecam Bom Rusia dan Suriah yang Tewaskan Oposisi.