Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wanita di Pakistan Dirajam Karena Punya Ponsel

Monday, 30 September 2013, 13:35 WIB
Komentar : 3
wikihow.com
Ponsel
Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Seorang ibu muda dari dua anak dirajam hingga tewas oleh anggota keluarganya dalam pelaksanaan perintah pengadilan adat di Pakistan. Ibu muda tersebut dirajam karena memiliki sebuah ponsel. 

Hukuman rajam itu diterima Arifa Bibi dua bulan lalu. Dia dirajam oleh paman, keponakan, dan orang lainnya hingga tewas. Media setempat melaporkan dia dikubur di gurun di dekat desa. 

Dalam laporan the Independent, Senin (30/9), tidak ada orang yang ditahan karena kasus tersebut. Kasus juga bukan hal unik. Rajam merupakan tindakan hukum yang sah dan dipratekkan di sedikitnya 15 negara atau wilayah. 

Kelompok kampanye mengkhawatirkan praktek tersebut meningkat di sejumlah wilayah di Pakistan, Afganistan, dan Irak. Aktivis hak asasi wanita meluncurkan kampanye internasional untuk melarang praktek rajam yang sebagian besar diderita wanita karena tuduhan berzinah. 

Mereka mnggunakan media sosial seperti Twitter untuk mendesak sekretaris jenderal PBB, Ban Ki-moon untuk mengecam praktek tersebut. 

"Hukum rajam adalah hukuman yang kejam dan mengerikan. Ini adalah bentuk penyiksaan seseorang sampai mati," ujar Naureen Shameem dari kelompok hak asasi perempuan , Women Living Under Muslim Laws. 

Dia mengatakan aktivis akan menekan PBB membuat resolusi untuk praktek rajam serta sunat wanita. Sunat disebut sebagai bentuk lain kekerasan pada wanita yang dibenarkan oleh latarbelakang agama dan budaya. 

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Citra Listya Rini
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...