Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran: Pemberontak Suriah Pakai Senjata Kimia

Minggu, 25 Agustus 2013, 01:33 WIB
Komentar : 24
Guardian
Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah
Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran, pemimpin sekutu regional Damaskus, Sabtu (24/8) mengatakan terdapat bukti bahwa pemberontak Suriah menggunakan senjata kimia dalam konflik mereka dengan rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Kami sangat prihatin tentang informasi mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah, dan kami sangat mengutuk penggunaan senjata seperti itu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araqchi seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

"Ada bukti kelompok teroris melakukan aksi ini," kata Araqchi dalam merujuk serangan yang diduga mematikan Rabu di wilayah Damaskus, tanpa merinci.

Presiden Hassan Rouhani Sabtu juga menunjuk penggunaan senjata kimia di Suriah, tetapi tanpa menyalahkan. "Situasi yang berlaku di Suriah hari ini dan kematian sejumlah orang tak bersalah yang disebabkan oleh senjata kimia sangat menyedihkan," tambahnya.

Rouhani menambahkan bahwa Iran, dirinya sendiri menjadi korban serangan kimia dalam perang dengan Irak pada 1980-1988, "benar-benar penuh semangat dan mengutuk penggunaan senjata kimia".

Selama konflik, serangan kimia oleh angkatan bersenjata Irak menewaskan ribuan orang Iran, terutama di daerah-daerah sipil. Araqchi memperingatkan terhadap intervensi militer Barat di Suriah dalam konflik 29 bulan, setelah Amerika Serikat mengisyaratkan melakukan hal itu sebagai kemungkinan.

Redaktur : Fernan Rahadi
Sumber : Antara
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar