Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Turki: Keadaan di Mesir Mengkhawatirkan

Jumat, 05 Juli 2013, 18:30 WIB
Komentar : 0
Aksi unjuk rasa para pendukung Presiden Muhammad Mursi di Nasser City, Kairo, Mesir, Kamis (4/7).    (AP/Hassan Ammar)
Aksi unjuk rasa para pendukung Presiden Muhammad Mursi di Nasser City, Kairo, Mesir, Kamis (4/7). (AP/Hassan Ammar)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki mengikuti dengan sangat prihatin perkembangan terbaru di Mesir setelah penggulingan Presiden Mohammed Mursi pada Rabu, kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan pada Kamis (4/7).

"Setelah penggulingan Moursi dari kekuasaan kemarin oleh Angkatan Bersenjata Mesir dan pembubaran konstitusi, keadaan di Mesir mencapai tahap sangat peka dan mengkhawatirkan," kata pernyataan itu.

Mursi digulingkan oleh militer pada Rabu malam setelah gagal menanggapi jutaan pengunjuk rasa, yang menuntut penggantiannya dan pemilihan presiden dini.

"Seperti yang dinyatakan sebelumnya, kami percaya ini sangat penting bahwa krisis di Mesir saat ini harus diatasi melalui konsensus sosial yang ingin dicapai melalui pendekatan dan dialog, yang mencakup dan mempertimbangkan keprihatinan serta pandangan semua segmen masyarakat," kata Kementerian Luar Negeri Turki yang mengharapkan semua pihak menghormati secara luas mempertimbangkan posisi Moursi, dalam periode baru di Mesir.

"Kami menyerukan semua pihak untuk bertindak dengan akal sehat dan menahan diri demi proses demokratisasi ... untuk menghormati aturan hukum dan untuk membangun kembali tatanan demokrasi dengan menggelar pemilu yang bebas dan adil sesegera mungkin," katanya.

"Seperti biasa, Turki akan terus berdiri bersama orang-orang, teman-teman dan saudara Mesir untuk mendukung stabilitas politik, persatuan dan solidaritas serta kemakmuran ekonomi," kata pernyataan itu.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...

Berita Lainnya

Uni Afrika Bisa Tangguhkan Keanggotaan Mesir

Mursi Digulingkan Milter, Partai Berkuasa Tunisia Mengutuk