Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Austria: Senjata Kimia Suriah Timbulkan Ancaman

Rabu, 20 Maret 2013, 13:05 WIB
Komentar : 0
ABC News
Helikopter Suriah. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Kepemilikan Suriah atas zat perang kimia menimbulkan ancaman bagi warga sipilnya dan penggunaannya akan menjadi "bencana", kata pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Austria Reinhold Lopatka, Selasa (19/3).

Komentarnya dikeluarkan setelah pertemuan dengan Direktur Jenderal Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Ahmed Uzumcu. Ia menambahkan berlanjutnya Suriah memiliki senjata itu adalah "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," kata Xinhua -- yang dipantau di Jakarta, Rabu (20/3) siang.

Suriah adalah satu dari delapan negara yang belum bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia, yang saat ini memiliki 188 negara dan melarang pembuatan, pengiriman, pemilikan, penyimpanan dan penggunaan bahan perang kimia.

Lopatka mengatakan selama 15 tahun belakangan, OPCW telah mengawasi pemusnahan 78 persen senjata kimia di dunia.

Sedikitnya 15 orang tewas pada Selasa di Provinsi Aleppo, Suriah, ketika beberapa pria bersenjata menembakkan roket yang berisi bahan kimia, kata media resmi Suriah.

Media resmi itu tidak memberi perincian mengenai laporan mereka, tapi itu untuk pertama kali Suriah menuduh gerilyawan dukungan Barat menggunakan senjata kimia.

Namun Amerika Serikat pada hari yang sama menyatakan "tak ada bukti" gerilyawan Suriah telah menggunakan senjata kimia.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.512 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...