REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menahan 18 orang, termasuk warga Iran dan Lebanon, yang diduga sebagai mata-mata asing.
Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangran Ahmed bin Abdul-Aziz Al Saud mengatakan 18 mata-mata itu berhasil ditangkap berkat koordinasi banyak negara. Sayangnya, Pangeran Ahmed tidak menyebutkan negara mana saja yang ikut bekerjasama.
Mata-mata tersebut dituduh mengumpulkan informasi dari instansi penting untuk negara lain. Berita tentang penangkapatan itu dikabarkan aktivis HAM yang menyebutkan pasukan keamanan Saudi menangkap sejumlah warga syiah, termasuk dua ulama. Alasan penangkapan tersebut belum jelas.
Dilansir dari the Telegraph, sejak 2011 kota-kota yang dihuni warga Syiah di Provinsi Timur melakukan protes dan bentrok dengan polisi. Mereka memprotes marginalisasi yang mereka alami.
Diperkirakan ada dua juta warga syiah di negara yang didominasi sunni tersebut. Warga Sunni diperkirakan mencapai 27,5 juta orang.