REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Kecurigaan internasional atas penggunaan senjata kimia (WMD) dalam perang sipil Suriah ditaksir benar. Penggunaan WMD bukan saja dicurigakan kepada rezim Presiden Bashar al-Assad, tapi juga dialamatkan terhadap kelompok pemberontak setempat.
Sebuah serangan mematikan terjadi di perkotaan sebelah utara Aleppo, Selasa (19/3) waktu setempat. Pemerintah Suriah menyatakan sebanyak 31 orang tewas akibat serangan tersebut.
Korban tewas diketahui kebanyakan wargaa sipil Suriah. Sepuluh dari jenazah teridentifikasi sebagai tentara rezim.
Kantor berita pemerintah SANA melansir sedikitnya 100 orang mengalami kondisi luka-luka dari serangan kali ini. Aljazeera merilis sebuah video yang memperlihatkan anak-anak yang diangkat ke tandu menuju bangsal-bangsal rumah sakit di kota tua itu.
Pemerintah Suriah dalam siaran resminya menuduh pemberontak menyerang secara membabi buta di lokasi kejadian. Serangan terjadi tidak lama setelah Koalisi Oposisi Suriah (SNC) di Istanbul, Turki, memilih Ghassan Hitto, sebagai Perdana Menteri sementara untuk Suriah, Selasa (19/3).
Ahli medis rumah sakit, Ziad Haddad, mengatakan para pasien luka-luka terbukti terpapar semacam zat organis. Mereka yang terpapar termasuk tentara rezim. Dia menduga bahan ledakan dari pestisida telah digunakan dalam serangan paling akhir di Suriah ini.
Beberapa korban akibat paparan zat organis pestisida ini sudah ditemukan beberapa pekan terakhir. ''Beberapa dari mereka meninggal lantaran tidak mampu bernafas.'' kata Haddad seperti dilansir Aljazeera.
Haddad menambahkan WMD mematikan tidak menimbulkan bau dan memiliki skala mematikan yang lebih banyak.
Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi menyatakan pemberontak telah meneror warga sipil dengan serangan tidak bertanggung jawab. Menurut dia, pemerintahnya tidak memproduksi WMD untuk membunuh sipil.
Secaraterpisah, Pemimpin SNC di Istanbul Mouaz al-Khatib, mengutuk serangan yang diduga WMD kali ini. Ia meyakini kelompok tentara oposisi tidak berada di belakang aksi mematikan ini.
''Kita akan melawan setiap penggunaan WMD. Kami akan telusuri serangan ini.'' ujar al-Khatib.