Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ibu Negara Suriah Masih di Damaskus

Senin, 18 Maret 2013, 20:14 WIB
Komentar : 0
AP
Presiden Suriah, Bashar al Assad, bersama istrinya, Asma Assad

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Ibu Negara Suriah, Asma Assad, mengejutkan situasi domestik dan internasional melalui penampilannya pertama kali, sejak perang sipil terjadi di negeri tersebut. Asma tampil di Ibu Kota Damaskus, Ahad (17/3), seperti dilansir RusianTV.

Kemunculan Asma mengundang spekulasi mengenai situasi keamanan di negara tersebut. Sejak perang sipil merongrong kedudukan suaminya, Presiden Bashar al-Assad, Asma dikabarkan kabur ke negara sekutu Suriah, Rusia. Perempuan berdarah Inggris itu diungsikan oleh suaminya lantaran situasi yang tidak terkendali di Suriah.

Pemerintahan di Moskow menepis dugaan itu. Media internasional juga sempat memberitakan keberadaan perempuan 37 tahun itu berada di Lebanon. Ibu negara Suriah itu dikabarkan harus mengungsi lantaran sedang mengandung anaknya yang ke empat. Asma bersama tiga putranya dilarikan lantaran hendak melahirkan saat penghujung 2012 lalu.

Namun, hal itu termentahkan sendiri. Asma dikatakan berada di sisi suaminya sejak awal kecamuk melanda negerinya. Daily News and Analysis mengatakan keberadaan Asma di Damaskus untuk sebuah acara amal. ''Ibu Negara sedang menjadi tamu Hari Ibu. Ibu Negara juga menggalang dana untuk tunjungan sosial.'' Demikian tulis pernyataan Kepresidenan, dan dikutip DNA, Senin (18/3).

Asma dibesarkan di Acton, sebelah barat Kota London. Sebelum menikah dengan Assad tahun 2010, dia adalah seorang bankir. Asma juga menjadi punya status warga negara istimewa di Inggris. Eskalasi politik di Suriah dalam dua tahun terakhir membuat Pemerintah Inggris mencabut hak-hak istimewa Asma. Uni Eropa juga memasukkan Asma dalam daftar hitam dan dilarang berada di benua Biru itu.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Dewi Mardiani
1.942 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Oposisi Suriah Bentuk Pemerintahan Transisi