Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Warga Irak Kembali Berunjuk Rasa Usir Tentara AS

Senin, 18 Maret 2013, 15:20 WIB
Komentar : 0
Reuters
Tentara AS dari satuan infantri 3 Bronco 5-20 berpatroli bersama dengan tentara nasional Afghanistan di distrik Zharay, provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, 22 April 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Aksi menentang kehadiran tentara Amerika Serikat (AS) di Irak terus digelar warga Wardak di provinsi Timur Afganistan. Kali ini mereka datang ke Kabul dan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gedung parlemen Afghanistan.

Unjuk rasa yang berlangsung Sabtu (16/3) juga menuntut pelepasan sembilan penduduk Wardak yang ditangkap tentara AS beberapa waktu lalu. Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kabul, Jenderal Mohammed Zahir, mengatakan meski demonstrasi yang berlangsung secara besar-besaran, namun tetap tertib dan berlangsung damai.

“Demonstrasi berlangsung damai. Pengunjuk rasa meneriakkan slogan anti-AS,” papar Mohammed Zahir seperti dilansir dari alarabiya.net, Senin (18/3).

Penolakan tentara AS di Provinsi Wardak telah berlangsung sejak bulan lalu. Warga setempat menyatakan keresahannya karena Pasukan khusus AS tersebut sering melakukan pelecehan dan penyiksaan terhadap warga sipil Wardak.

Selain itu, beberapa warga yang menghilang diyakini telah diculik oleh tentara AS. Sembilan warga sipil, termasuk tujuh pengemudi truk dan dua guru sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
2.891 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...