Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Oposisi Suriah Dapat Pelatihan dari Amerika

Sabtu, 16 Maret 2013, 16:55 WIB
Komentar : 0
Reuters/rekaman amatir lewat TV Reuters
Kubu oposisi mengelilingi tentara pemerintah Suriah yang sudah tewas setelah penembakan. Rekaman video ini beredar di laman media sosial pada Kamis lalu (1/11).

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Kelompok oposisi Suriah mengaku mendapatkan bantuan persenjataan dan pelatihan militer dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). Pelatihan itu dilakukan di daerah Yordania.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (16/3), salah satu pemimpin senior kelompok militer oposisi mengaku, ratusan anggota militer mendapatkan pelatihan dan suplai militer dari Pemerintah AS.

Menurutnya ada sekitar 300 personel yang telah menyelesaikan pelatihan di Yordania, dan telah melintasi perbatasan untuk menuju Suriah. Pelatihan itu termasuk juga soal penggunaan persenjataan antitank dan antiaircraft. Rencananya, pasukan itu akan disiapkan untuk menyerang objek-objek vital, terutama fasilitas militer yang dimiliki pemerintah Bashar al Ashad.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Humas Gedung Putih, Jay Carney, menampik telah memberikan militer ataupun bantuan yang mematikan untuk kelompok oposisi.

"Tapi kami memang memberikan bantuan berupa bantuan-bantuan kemanusiaan," kata Carney.

Konflik politik yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu telah menyebabkan sekitar 940 ribu orang memilih keluar dari Suriah. Kemudian hampir 10 persen dari 20 juta penduduk Suriah harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat lain di seluruh penjuru negeri tersebut.

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : Karta Raharja Ucu
3.638 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda