REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Kelompok oposisi Suriah mengaku mendapatkan bantuan persenjataan dan pelatihan militer dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). Pelatihan itu dilakukan di daerah Yordania.
Seperti dilansir CNN, Sabtu (16/3), salah satu pemimpin senior kelompok militer oposisi mengaku, ratusan anggota militer mendapatkan pelatihan dan suplai militer dari Pemerintah AS.
Menurutnya ada sekitar 300 personel yang telah menyelesaikan pelatihan di Yordania, dan telah melintasi perbatasan untuk menuju Suriah. Pelatihan itu termasuk juga soal penggunaan persenjataan antitank dan antiaircraft. Rencananya, pasukan itu akan disiapkan untuk menyerang objek-objek vital, terutama fasilitas militer yang dimiliki pemerintah Bashar al Ashad.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Humas Gedung Putih, Jay Carney, menampik telah memberikan militer ataupun bantuan yang mematikan untuk kelompok oposisi.
"Tapi kami memang memberikan bantuan berupa bantuan-bantuan kemanusiaan," kata Carney.
Konflik politik yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu telah menyebabkan sekitar 940 ribu orang memilih keluar dari Suriah. Kemudian hampir 10 persen dari 20 juta penduduk Suriah harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat lain di seluruh penjuru negeri tersebut.