Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PBB Serukan Penyelesaian Politik Bagi Krisis Suriah

Sabtu, 16 Maret 2013, 11:16 WIB
Komentar : 0
Reuters
Penduduk Suriah mencoba memadamkan api bekas pertempuran tentara dengan pemberontak di Damaskus

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres, Jumat (15/3), menyerukan segera ditemukannya "penyelesaian politik bagi krisis Suriah".

Setelah kunjungan pemeriksaan ke kantor pendaftaran UNHCR di Kota Pelabuhan Tripoli, Lebanon utara, Guterres mengatakan konflik Suriah merusak kestabilan wilayah tersebut dan dunia.

Ia mendesak masyarakat internasional agar memberi dukungan lebih besar kepada negara yang menampung pengungsi Suriah.

Pejabat PBB tersebut kembali menyampaikan terima-kasihnya kepada "Lebanon dan rakyatnya atas kemurahan hati yang telah mereka perlihatkan dalam menampung pengungsi".

Menurut Guterres, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Sabtu (16/3),  sebanyak 3.000 orang Suriah meninggalkan negara mereka, yang dicabik pertempuran-- setiap hari pada Desember 2012, dan 5.000 orang setiap hari pada Januari serta 8.000 orang pada Februari.

UNHCR menyatakan di dalam laporan paling akhirnya bahwa jumlah orang Suriah yang mengungsi di Lebanon telah mencapai 336.000.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
2.142 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Konflik di Suriah Memasuki Tahun Kedua.