Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tentara dan Pemberontak Suriah Kembali Bertempur

Kamis, 14 Maret 2013, 07:42 WIB
Komentar : 0
Reuters
Penduduk Suriah mencoba memadamkan api bekas pertempuran tentara dengan pemberontak di Damaskus

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Pertempuran sengit terjadi di daerah antara Damaskus dan Israel yang dikuasai Golan Heights, Rabu (13/3). Pertempuran yang terjadi itu bisa menjadi medan perang baru antara pasukan Suriah dan pemberontak.

Aktivis sipil mengatakan, pemberontak menyerang sebuah barak militer yang dijaga oleh pasukan elite Garda Republik dan Fourth Mechanised Division yang dipimpin oleh saudara Presiden Bashar al-Assad, Maher. Peristiwa itu terjadi di Khan Sheih, 6 kilometer dari pinggiran Damaskus.

Bentrokan itu telah menewaskan 30 tentara, sebagian besar dari mereka adalah kelompok sekte minoritas Alawite Assad. Daerah ini juga menjadi tuan rumah bagi sebuah tenda pengungsi Palestina.

Sebuah sumber dari pihak oposisi mengatakan tentara-tentara itu ditempatkan di bukit yang menghadap Khan Sheih. Mereka lalu menyerang daerah dengan roket dengan tujuan mengusir pemberontak di sekitar barak.

"Saya menghitung ada 20 ledakan dalam satu menit di Khan Sheih," ujar  sumber yang menggunakan nama samaran Abdo, seperti yang dikutip Reuters.

Sumber itu juga mengatakan, pemberontak menyerang tentara Suriah di kota Qunaitra yang lokasinya berdekatan dengan garis gencatan senjata dengan Israel. 

"Tujuannya adalah untuk mengurangi pasokan ke Qunaitra," katanya. 

Menurutnya, operasi Khan Sheih itu dimaksudkan untuk mengurangi tekanan pada pinggiran Damaskus barat daya Daraya.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
2.920 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...