Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iran Klaim Bakal Jadi Pusat Teknologi Dunia

Minggu, 10 Maret 2013, 22:58 WIB
Komentar : 0
AP
Instalasi Nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Duta Besar Iran untuk Spanyol Morteza Saffari Natanzi menjelaskan, pemuda Iran mampu mengubah Iran menjadi pusat teknologi di dunia meski di tengah sanksi.

Pada satu pertemuan dengan Ketua Parlemen Basque Bakartxo Tejeria di Kota Victoria, Ibu Kota Basque, Saffari menjelaskan, prestasi Iran dalam tiga dasawarsa terakhir di bidang politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan menciptakan kesulitan bagi Iran. Akan tetapi, sanksi tersebut tidak seberapa ketimbang prestasi sangat besar yang diperoleh Iran.

Ia menyatakan, program nuklir Iran sepenuhnya damai dan berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Menurutnya, Iran memiliki kerja sama baik dengan IAEA dan akan terus melanjutkannya.

Negari Persia itu, tuturnya, punya hak untuk memiliki akses ke energi nulir damai dan menyebut propaganda media Barat mengenai masalah tersebut sepenuhnya politis tanpa bukti hukum sama sekali.

Ia menjelaskan, peran parlemen Iran dalam susunan politik negeri itu dan menyampaikan kesiapan Iran untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan parlementer dengan Negara Bagian Basque, Spanyol.

Sementara itu Bakartxo Tejeria menyampaikan dukungan bagi perluasan hukuman ekonomi antara Basque dan Iran. Menurutnya, keinginan pejabat Basque untuk mengembangkan hubungan dengan Iran.

Ia juga menyambut baik diperkokohnya hubungan parlementer antara Iran dan Negara Bagian Otonomi Basque. Saffari juga bertemu dengan pemimpin Pemerintah lokal Basque Inigo Urkullu dan sejumlah pejabat politik serta direktur senior perusahaan komersial.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
5.674 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...