Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Karena Sikapnya Bias, Suriah Tolak Peran Liga Arab

Kamis, 07 Maret 2013, 15:46 WIB
Komentar : 0
Liga Arab

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Kementerian Luar Negeri Suriah, Rabu (6/3), menyatakan telah menolak setiap peran Liga Arab dalam rencana yang akan mengarah kepada penyelesaian politik bagi krisis di Suriah. Penolakan diputuskan, karena Suriah menilai Liga Arab bersikap bias.

"Liga Arab telah menjadi tawanan oleh pendirian politik bias Negara Teluk tertentu, seperti Qatar dan Arab Saudi, dan oleh karena itu tak bisa menjadi bagian kondusif dalam mewujudkan penyelesaian politik sejati bagi krisis ini," kata kementerian tersebut di dalam satu pernyataan yang dilaporkan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Dewan Liga Arab sejauh ini telah melanggar Piagamnya dengan menawarkan keanggotaan buat partai oposisi tertentu Suriah di organisasi regional tersebut, kata kementerian itu. Reaksi tajam kementerian tersebut disampaikan setelah para menteri luar negeri Arab menawarkan koalisi oposisi Suriah kursi Suriah di Liga tersebut dengan syarat koalisi itu lebih dulu membentuk dewan pelaksana yang mewakili rakyat.

Pada akhir pertemuan tingkat menteri yang dipimpin oleh Mesir, menurut laporan yang dikutip dari Xinhua, Kamis (7/3), badan pan-Arab tersebut menyeru koalisi oposisi Suriah di pengasingan untuk membentuk pemerintah pelaksana guna mengisi kursi Suriah di Liga Arab.

"Koalisi Nasional Suriah akan diwakili oleh orang Suriah dalam pertemuan tingkat tinggi mendatang Arab yang akan diselenggarakan di Doha, Qatar," demikian antara lain isi pernyataan Liga Arab. Lebih dari 70 ribu orang tewas dalam konflik sejak Maret 2011, kata PBB, yang pada Rabu menyebut jumlah pengungsi Suriah mencapai satu juta orang.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.527 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Raja Abdulllah Minta Perluasan Masjid Nabawi Segera Dimulai